oleh

Sukses Kelola Parkir, Pamekasan Jadi Percontohan Pemkab Ogan Komering Ulu Selatan

Kabarmadura.id./Pamekasan-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, menjadi percontohan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, dalam pengelolaan parkir. Kabupaten dengan slogan Gerbang Salam itu, dinilai sukses mengelola parkir berlangganan.

Pada Selasa (28/1/2020) kemarin, Ogan Komering Ulu Selatan secara resmi berkunjung ke Pemkab Pamekasan, untuk belajar tentang pengelolaan parkir berlangganan agar bisa diterapkan di Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Rombongan yang dipimpin Kepala BPD Ogan Komering Ulu Selatan Linkulin itu, diterima oleh Asisten Administrasi Pembangunan Setdakab Pamekasan Yudistina di pringgitan dalam Pendopo Ronggosukowati Pamekasan.

Kepala BPD Ogan Komering Ulu Selatan Linkulin mengungkapkan, bahwa daerahnya ingin benar-benar belajar tentang pengelolaan parkir berlangganan di Pamekasan. Dirinya mengaku, pemilihan Kabupaten Pamekasan sebagai lokasi studi banding, berdasarkan data yang menunjukan parkir berlangganan di wilayah itu maju.

“Jadi ini sutudi banding yang kami program secara resmi pada 2019 lalu, tapi baru terealisasi sekarang. Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat luar biasa ini,” katanya.

Dirinya menegaskan, dengan belajar tentang pengelolaan parkir berlangganan ke Pamekasan, diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerahnya yang berada di angka Rp 17 miliar, bisa meningkat. Salah satunya, dimungkinkan dengan menerapkan parkir berlangganan seperti yang dilakukan oleh Pemkab Pamekasan.

“Karena kunjungan studi banding ini terbatas, kami memohon kesiapan Pemkab Pamekasan untuk menerima komunikasi kami lewat saluran komunikasi lain untuk kepentingan selanjutnya,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Asisten Administrasi Pembangunan Setdakab Pamekasan Yudistina menyampaikan, parkir berlangganan di Pamekasan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Pamekasan tahun 2010.

Dirinya mengaku, saat belum ada parkir berlangganan pendapatan dari sektor retribusi parkir hanya ratusan juta. Namun setelah diberlakukan parkir berlangganan, pendapatan dari retribusi parkir naik drastis hingga mencapai angka Rp2 miliar pada tahun pertama, kini mencapai Rp3 miliar lebih.

“Alhamdulillah setelah penerapan parkir berlangganan pendapatan terus meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Pamekasan Ajib Abdullah menjelaskan, penarikan retribusi parkir di Pamekasan masih menggunakan dua metode, yakni parkir  berlangganan dan parkir khusus.

Dijelaskannya, parkir berlangganan adalah parkir yang diberlakukan di tepi jalan milik daerah. Sedangkan parkir khusus adalah parkir yang diberlakukan di tempat khusus seperti rumah sakit, pasar dan terminal.

“Secara teknis penarikan parkir berlangganan dilakukan pada saat pemilik kendaraan melakukan pembayaran pajak tiap tahun,” jelasnya. (rul/pin)

 

Komentar

News Feed