oleh

Sukses Membangun Bisnis E-Commerce Ala Jack Ma

Oleh: Marzuki Wardi

Hadirnya revolusi industri 4.0, sebagaimana yang kita ketahui, telah mengubah tatanan hidup kita di berbagai lini kehidupan, termasuk dalam dunia kerja. Menurut Sulistyowati Irianto, guru besar antropologi hukum Universitas Indonesia, pergeseran pekerjaan konvensional besar-besaran terjadi karena diganti oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence). Akan tetapi sebaliknya, 1,7 juta profesi baru akan terlahir.[1] Oleh karena itu, tugas kita saat ini tidak hanya berpikir bagaimana agar bisa mendapatkan pekerjaan, tapi bagaimana menemukan peluang-peluang baru untuk menciptakan dunia kerja.

Sala satu sektor yang sangat potensial saat ini ialah bisnis electronic commerce (e-commerce), yaitu sistem jual beli melalui media elektronik atau lebih khususnya melalui media internet. Di mana orang-orang bisa membeli apa pun dari rumah. Cukup hanya dengan membuka marketplace di situs internet melalui telepon pintar, mereka hanya tinggal menunggu barang belanja di rumah. Kemudahan ini tentu menyayangkan kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Namun demikian, kita juga harus menempuh upaya-upaya spekulatif terlebih dahulu. Termasuk belajar dari para praktisi yang sudah sukses mengembangkan bisnis tersebut. Salah satunya ialah Jack Ma, pendiri platform belanja online Alibaba.com.

Sebelumnya, maestro e-commerce dunia ini telah memprediksi bahwa di tahun 2020 ke atas, orang yang bisa menguasai dunia bukan lagi orang yang menciptakan teknologi, melainkan orang yang menyimpan data. Data di sini maksudnya ialah database. Karenanya, ada beberapa cara untuk mendapatkan data database untuk membangun dan mengembangkan bisnis e-commerce (halaman 104).

Langkah pertama iala remake akun personal. Langkah ini sebenarnya tidak terlepas dari menentukan target pasar. Salah satu alasan me-remake akun personal ialah karena di media sosial tidak semua postingan yang dibuat pantas dilihat oleh calon target market. Sebagai contoh, jika seseorang ingin berjualan buku bisnis, maka sebaiknya orang tersebut sering melakukan posting mengenai info bisnis, tips, dan trik menjadi seller, mengutip quote pebisnis terkenal dan langkah lainnya.

Langkah berikutnya ialah mengikuti (follow) target market. Caranya ialah bisa dengan mengikuti target pasar sebanyak mungkin. Jika seseorang bermain facebook, maka usahakan untuk mendapat pertemanan sebanyak mungkin. Atau, jika bermain instagram, maka usahakan mencapai 1.000 follower pertama dalam waktu satu minggu. Begitu seterusnya pada media sosial lainnya. Namun, fokusnya tetap pada media mana yang condong digunakan kebanyakan target pasar.

Setelah berhasil memeroleh target pasar, hal yang perlu diupayakan ialah menjaring mereka ke dalam grup (facebook atau instagram). Satu strategi ampuh di sini ialah lead magnet, yakni sesuatu yang ditawarkan secara gratis kepada para prospek agar mereka mau bergabung atau memberi informasi mengenai kontaknya. Dengan catatan lead magnet harus mengandung dua unsur: gratis dan bermanfaat.

Ringkasnya, buku “Jack Ma” ini bisa menjadi rujukan awal bagi siapa saja yang ingin membangun dan mengembangkan bisnis ­e-commerce saat ini. Beragam saran, nasihat, pikiran, dan pengalaman Jack Ma dalam mengembangkan imperium bisnisnya cukup mampu memberikan gambaran seperti apa bisnis ­e-commerce itu. Hanya saja, menurut pengamatan subjektif saya, penulis perlu lebih banyak memaparkan trik dan teknik aplikatif apa yang bisa dilakukan oleh seorang calon pengusaha untuk memulai bisnis e-commerce. Dengan demikian, ia bisa menerapkan teori yang didapat dari buku secara langsung.

Judul               : Jack Ma

Penulis             : T.S. Arunda

Penerbit           : Araska Publisher

Tahun Terbit    : Pertama, Februari 2020

Tebal               : 224 halaman

ISBN               : 978-623-7537-56-4

 

Lombok Tengah, ditulis pada 10 Oktober 2020

 

 

Komentar

News Feed