oleh

Sulap Lahan Kumuh Jadi Tempat Wisata Baru

KABARMADURA.ID, Sampang – Salah satu kelompok budidaya ikan di Kabupaten Sampang ini tergolong sukses, karena berhasil menyulap kawasan kumuh menjadi tempat wisata budidaya. Menamakan diri “Karang Kemasan”, kelompok yang beralamat di Jalan Mutiara Kelurahan Banyuanyar Kecamatan/Kabupaten Sampang  ini menjadi jujukan wisata baru di Kota Bahari.

Kepada Kabar Madura, Ketua Kelompok Budidaya Karang Kemasan Moh. Rofi’ih menceritakan, salah satu kawasan di RT/RW 03/03 jalan Mutiara Kelurahan Banyuanyar itu, awalnya terlihat kumuh dan bau.

Dirinya mengaku prihatin dan terpanggil untuk berinovasi memanfaatkan kawasan kumuh itu menjadi tempat budidaya. Bahkan dirinya mampu menyulap lokasi itu menjadi  alternatif wisata budidaya oleh masyarakat.

Bermula dari keresahan dan kepedulian atas kondisi lingkungan,  kelompok budidaya Karang Kemasan mencoba membuat kolam-kolam ikan lele dan dikelola secara maksimal, hingga akhirnya bisa menjadi salah satu tempat wisata budidaya ikan tawar dan tambak percontohan, guna mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di wilayah kota Bahari.

“Dengan membuat kolam ikan lele di tempat yang awalnya kumuh ini, paling tidak saya sudah berbuat dan diharapkan bisa memotivasi warga yang lain untuk memiliki kolam serta keberadaan tambak budidaya ini bisa dijadikan tempat wisata alternatif,” ucap pria kelahiran Sampang pada tahun 1974 silam.

Kelompok Karang Kemasan memulai usaha budidaya sudah sejak tahun 2017 lalu. Pada awalnya, hanya ada empat unit kolam, namun seiring berjalannya waktu, jumlah kolam ikan lele yang dikelola oleh kelompok tersebut, terus  bertambah dan semakin maju.

Keberhasilan kelompok tersebut, diakui karena adanya bantuan dan pembinaan dari Pemkab Sampang melalui Dinas Pertanian setempat. Semisal bantuan kolam bulat full set, pakan dan semacamnya, sehingga usaha yang dijalankan kelompok Karang Kemasan terus berkembang hingga sekarang.

“Saat ini kolam ikan yang dikelola oleh kelompok Karang Kemasan sudah mencapai 24 unit atau setara dengan kapasitas sekitar 50 ribu ikan. Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan sarana dan prasarana dari Pemkab,” ungkapnya.

Sambung Rofi’ih , tips agar berhasil dalam menjalankan usaha budidaya ikan tersebut, pertama harus diawali dengan niat yang baik, dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan tanamkan rasa memiliki, kecintaan terhadap usaha yang dijalani serta sabar dalam menghadapi hambatan, tantangan yang dilalui.

“Jika kita bersungguh-sungguh dalam berikhtiar, maka hasil yang akan kita raih juga maksimal,” pesannya. (sub/pin)

Komentar

News Feed