Sulap Limbah Plastik Jadi Tas Anyaman Unik

  • Whatsapp
SEMANGAT BERKARYA: Abdimas UTM saat pendampingan KWT Dewi Sri dalam kegiatan memanfaatkan limbah plastik menjadi tas cantik.

Reporter: Yolanda Dian Olivia

KABARMADURA.ID, TUBAN-Pada Jum’at sore (11/7/2021), tujuh mahasiswa dalam kegiatan Abdimas (Abdi Masyarakat) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri di Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan, Tuban, menyulap limbah plastik untuk dijadikan kerajinan tas.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.00 itu, di bawah bimbingan dosen UTM, Dr. Sri Wahyuningsih, S. Sos., M. Si

KWT Dewi Sri merupakan salah satu yang berlokasi di Dusun Ngapolo, Desa Tingkis. Berdiri sejak 28 Januari 2021. Berangkat dari masalah berkurangnya lahan pertanian, komunitas ini mulai menumbuhkan semangat untuk berkarya bersama, salah satunya membuat kerajinan tas dari limbah plastik.

Pembuatan kerajinan ini dilakukan dirumah Ita, salah satu anggota KWT. Dengan dihadiri sekitar 10 orang anggota KWT Dewi Sri, mereka melakukan kegiatan tersebut di sela aktivitasnya sebagai seorang petani.

Para anggota KWT Dewi Sri yakin, apabila tumpukan sampah itu berada di tangan orang yang tepat, akan menjadi olahan limbah plastik yang istimewa. Bahkan motif dan variasi yang disajikan berupa anyaman itu terbilang unik dan mewah, termasuk memiliki kearifan lokal.

“Dari pada limbah plastik ini dibuang percuma, lebih baik di daur ulang menjadi produk yang mempunyai nilai jual,”ucap Clarisna, salah satu mahasiswa Abdimas UTM.

Jika hanya dibuang, limbah plastik akan sangat berbahaya dan proses penguraiannya cukup lama. Sehingga lebik baik limbah tersebut dimanfaatkan supaya memiliki nilai jual yang tinggi dan tidak merugikan.

“Iya benar, sehingga hasilnya bisa menambah pemasukan kas di KWT itu sendiri. Dari hal tersebut, ibu-ibu KWT juga bisa menumbuhkan kreativitas dan memanfaatkan waktu luangnya,” sahut Devi, mahasiswa Abdimas UTM lainnya.

Melalui program ini, Abdimas UTM Desa Tingkis berharap supaya kegiatan tersebut bisa berkelanjutan untuk Kelompok Wanita Tani Dewi Sri Desa Tingkis.

Kegiatan tersebut sangat diapresiasi oleh kepala Desa Tingkis. Bahkan tas dari limbah plastik yang dibuat dengan paduan teknik anyaman karya KWT Dewi Sri bersama Abdimas UTM itu dinilai sebagai hal unik dan bernilai seni tinggi.

Kegiatan itu juga didukung dan diharapkan dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga bisa bisa menjadi mata pencaharian baru bagi warga setempat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *