oleh

Sulap Tambak Garam Jadi Tambak Ikan

Kabarmadura.id/SAMPANG – Para petambak garam di Kabupaten Sampang mulai meninggalkan garapannya menyusul ketidakjelasan serapan garam rakyat. Sebagian petambak memilih menunggu musim garam tahun berikutnya. Namun, karena tak ingin larut dalam kerugian yang lebih dalam, beberapa petambak membudidayakan ikan bandeng dan udang vaname di lahan bekas tambak garam. Ikan bandeng dan udang vaname dinilai mempunyai resiko yang sangat kecil untuk merugi. selain itu harga dua komoditas tersebut cenderung stabil sehingga meminimalisir potensi kerugian.

Moh Yanto, Ketua Forum Petambak Garam Madura (FPGM) di Kabupaten Sampang mengatakan beralihfungsinya tambak garam tersebut tidak lepas dari tidak terserapnya hasil produksi garam tahun 2018 lalu, sehingga mayoritas petambak garam mengalami kerugian hingga ratusan juta.

“Kami hidup dari produksi garam, jadi tetap menunggu hingga musim produksi datang, namun ada sebagian masyarakat yang mencoba peruntungan dari budidaya ikan bandeng dan udang,” katanya.

Dikatakannya, langkah tersebut dinilai efektif untuk mensiasati kerugian dan menunggu musim produksi garam kembali datang, terlebih komoditas ini dinilai kecil biaya dan mudah dilakukan.

“Kalau udang vaname ini mudah dibudidaya dan harganya juga bagus tergantung ukuran, bahkan satu kilo bisa laku Rp150 ribu,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, fenomena peralihan fungsi tambak tersebut ada kecendrungan bertambah, hal tersebut dilihat dari faktor cuaca yang sampai saat ini tidak bisa diprediksi oleh petambak dan pemerintah.

“Biasanya bulan April ini mulai persiapan budidaya garam, tapi sampai saat ini belum ada perubahan cuaca, bahkan intensitas hujan kerap masih tinggi, nah kemungkinan petambak ikan ini akan terus bertambah dan meluas,” tegasnya.

Perlu diketahui, Data Dinas Perikanan Pemkab Sampang menyebutkan, selama musim panen tahun 2018, produksi garam di Kabupaten yang dikenal dengan sebutan “Kota Bahari” itu mampu menghasilkan 346 ton garam mulai kualitas 1 hingga kualitas 4.

Dari jumlah tersebut, garam hasil produksi para petambak yang terserap perusahaan hanya 256 ton. Tiga perusahaan yang biasa menyerap garam rakyat yakni PT Garam, PT Garindo dan PT Budiono. Alasan yang disampaikan pihak perusahaan, karena persediaan garam di masing-masing perusahaan masih terpenuhi dan stok masih melimpah.

Alasan perusahaan tersebut dinilai wajar, pasalnya ketiga perusahaan tersebut tidak hanya membeli garam hasil produksi para petambak garam di Kabupaten Sampang saja, akan tetapi juga hasil produksi garam dari petambak lain di tiga kabupaten di Madura, yakni Pamekasan, Sumenep dan Kabupaten Bangkalan.(awe/pai)

Komentar

News Feed