Sulit Deteksi Nelayan di Luar Kelompok, Capaian Program Kartu Kusuka di Pamekasan Rendah

News41 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN – Capaian program Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kartu Kusuka) cukup rendah. Dari 10.512 nelayan yang teradata, kepemilikan Kartu Kusuka hanya mencakup 4.203 nelayan. Padahal, identitas tunggal tersebut bisa mengakses program Pemberdayaan dan  Perlindungan.  Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan Muhammad Jufri Effendi, Senin (4/12/2023). 

Menurutnya, minimnya capaian program Kartu Kusuka lantaran nelayan yang tidak bergabung ke kelompok sulit  terdeteksi. Rata-rata yang memiliki kartu merupakan nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan. Sedikitnya, terdapat 95 kelompok nelayan yang tersebar di enam wilayah kecamatan pesisir. Dari 95 kelompok itu ada 1.628 anggota. 

Baca Juga:  Sebagian Layanan Ditutup, Dispendukcapil Pamekasan Hanya Layani Pengurusan e-KTP 

“Mereka sudah punya Kartu Kusuka. Nah, yang tidak tergabung di kelompok ini, kami sukit mendeteksinya,” ujarnnya kepada Kabar Madura. 

Pihaknya menuturkan, selama ini tidak ada target  capaian Kartu Kusuka. Meski demikian, upaya untuk mengoptimalkan realisasi Kartu Kusuka cukup optimal. Baik melalui kegiatan sosialisasi terhadap seluruh nelayan maupun secara kelompok. “Seperti program Gerai Pelayanan, kita undang semua nelayan yang ada di Pamekasan. Ini sudah berjalan di Branta Pesisir, Sotabar, dan Tanjung,” tuturnya. 

Dijelaskan, meski kartu identitas tersebut bisa mengakses program Pemberdayaan dan Perlindungan, tidak semua nelayan yang tercakup di dalamnya bisa memperoleh bantuan. Sebab instasinya memiliki prioritas berdasarkan kebutuhan nelayan, kriteria dan ketersediaan anggaran. 

“Kalau sudah mendapatkan bantuan hibah tahun ini, maka tidak bisa mendapatkan bantuan lagi di tahun depan. Minimal dua tahun,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemberangkatan Haji, Kemenag Pamekasan: Belum Ada Keputusan Penambahan Kuota

Sementara itu, salah satu nelayan asal Branta Pesisir Suadi mengaku, meski sudah memiliki Kartu Kusuka, tidak ada perubahan manfaat yang cukup signifikan.   Selama ini, ia tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari dinas terkait meski telah memiliki Kartu Kusuka dan tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB).

“Dari segi penerimaan manfaat seperti bantuan tidak ada sama sekali. Jadi sama saja, punya dan tidak punya. Tapi, kalau dari segi perlindungan kerja dan kelengkapan pemenuhan persyaratan dokumen kapal, Kartu Kusuka sangat dibutuhkan,” responnya. 

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Totok Iswanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *