Sulit Memvaksin Santri, Pihak Kemenag Sumenep Tidak Ingin Vaksinasi Dipaksakan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) PERLU PENDEKATAN: Sulit memvaksin santri, Kasi Pontren Kemenag Sumenep Muh. Rifa'i Hasyim tidak ingin vaksinasi dipaksakan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep mengakui bahwa vaksinasi pada santri sangat sulit dilakukan. Sebab, pendekatannya harus melalui kiai selaku pengasuh pondok pesantren, namun sulit diterima.

Sebanyak 24 ribu santri di Sumenep, yang melakukan vaksin kedua saat ini masih 60 pesantren dari 411  jumlah pesantren di Sumenep.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Seksi Pendidikan Diniyah (PD) dan Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Sumenep Muh. Rifa’i Hasyim menegaskan, pelaksanaan vaksinasi pada pondok pesantren sudah dilakukan berbagai upaya, namun hasilnya belum seperti yang diharapkan.

“Kami kesulitan. Meski semua pondok pesantren di Sumenep sudah disosialisasikan mengenai pentingnya vaksin, tetapi masih belum maksimal. Buktinya saat ini masih sedikit,” katanya, Rabu (25/08/2021).

Sejauh ini, pesantren yang telah memvaksin santrinya seperti di Pesantren Mathlabul Ulum Jambu Lenteng, Ponpes Nurul Huda, Darul Ulum Tambak Agung, Ares Ambunten dan lainnya. Untuk daerah lainnya belum melaksanakan vaksinasi.

Hasyim menambahkan, pendekatan terhadap pesantren dengan sekolah negeri sangat jauh berbeda. Sebab, pesantren merupakan milik yayasan yang kebijakannya diatur oleh kiai. Jika kiai memerintahkan tidak divaksin ataupun sebaliknya, semua santri dipastikan akan mengikutinya.

Sedangkan mudahnya mengkoordinasi sekolah negeri, kata Rifa’i, karena semua kepala sekolah negeri mudah menjalankan instruksi. Sebab, kebijakan sekolah negeri ada kaitannya dengan pemerintah.

“Saat ini sangat sulit untuk pondok pesantren ataupun santri. Sebab, kami bukan pemegang kebijakan secara penuh,” ujar dia.

Ke depan, pihaknya akan mengoptimalkan pendekatan. Selain itu, meminta seluruh OPD termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep serta masyarakat perlu bersinergi.

Dia menegaskan, sosialisasi vaksinasi terhadap santri bukan hanya kewajiban Kemenag, tetapi perlu peran kiai yang memerintahkan santrinya untuk divaksin.

“Menurut saya vaksin tidak harus dipaksakan, apalagi pada ponpes. Tetapi, sekedar imbauan. Dilaksanakan apa tidak itu tergantung kemauan pribadi masing-masing kan,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Kusmawati menegaskan, vaksinasi wajib dilakukan bagi siswa yang akan menjalankan pembelajaran tatap muka, termasuk para santri.

“Tapi data vaksin untuk  santri sangatlah minim,” pungkasnya (imd/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *