Sumber Anggaran Jelas, Lokasi Rehab Sekolah di Sampang belum Ditentukan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) BURAM: Meski sumber anggaran untuk rehab kelas sekolah dasar (SD) sudah ditentukan, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang masih mendata lokasi.

KABAMADURA.ID, SAMPANG – Rehab ruang kelas sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sampang, belum terealisasi. Bahkan, Dinas Pendidikan (Disdik) belum selesai menentukan titik lokasi sekolah yang akan direhabilitasi. Padahal, terdapat dua anggaran rehabilitasi sekolah tahun ini.  Yakni,  dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras)  SD Disdik Sampang Suraji mengaku, penentuan sekolah yang akan direhab belum final. Sehingga, belum bisa dibeberkan sekolah titik lokasi sekolah yang akan mendapatkan anggaran rehabilitasi ruang kelas. “Untuk rehab saat ini belum bisa diekspose. Karena masih belum final datanya. Sehingga saya belum bisa menyampaikannya,” ujarnya, Kamis (17/6/2021).

Bacaan Lainnya

Disinggung mengenai rehabilitasi dari anggaran APBN?. Pihaknya mengaku, tidak mengetahuinya. Sebab, pembangunannya ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Bahkan, instansinya tidak mengetahui tentang realisasi rehab menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.

Selain itu, Suraji juga tertutup soal anggaran yang bersumber dari APBD. Menurutnya, tidak mengetahui total anggaran yang disiapkan untuk rehab sekolah. Baik dari dana alokasi umum (DAU) dan APBD- Perubahan nanti. Sebab, jumlah sekolah yang bisa direhab tahun ini belum diketahui. “Pendataan masih dalam proses. Namun, jika rehab ruang kelas akan dilaksanakan beberapa bulan kedepan ini,” tuturnya.

Data yang berhasil dirangkum Kabar Madura, sebanyak 575 ruang kelas SD di Sampang mengalami kerusakan. Dari jumlah itu, sebanyak 188 ruang kelas mengalami rusak berat. Namun, selama ini belum ada perbaikan. Sedangkan, anggaran yang disediakan sesuai perencanaan sebesar Rp30 miliar. Dana itu, masih dibagi dengan sejumlah program lain.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sampang Amin Atif Tirtana menyayangkan pernyataan Disdik. Menurutnya, jika anggaran sudah diketahui sudah jelas alokasi anggarannya. Sehingga, rehabilitasi ruang kelas semestinya sudah terealisasi.

“Kami berharap Disdik lebih serius soal ini. Karena, kerusakan ruang kelas jangan sampai molor. Kami akan mendukung perencanaan, karena rehab kelas masuk program prioritas,” responnya. (man/ito)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *