Sumenep Diakui UNESCO, Usulkan Hari Keris Nusantara

Uncategorized32 Dilihat

KABARMADURA.ID | SUMENEP-United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengakui Sumenep sebagai penghasil keris dan bahkan empunya terbanyak.

 

Sumenep yang juga mendapat julukan Kota Keris itu, terus menampakkan jati dirinya untuk merawat dan melestarikan warisan leluhur. Terbaru, beberapa waktu lalu selama tiga hari, dari 14 hingga 16 Oktober 2022, Pemkab Sumenep menggelar pameran keris dalam rangka merayakan Hari Jadi (Harjad) Sumenep ke-753 itu berlokasi di Labeng Mesem, Kelurahan Pajagalan.

 

Saat ini, Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) menyambut baik dan memberikan perhatian khusus untuk Sumenep. Bahkan Senapati Nusantara akan perjuangkan aspek ekonomi para empu-empu keris.

 

Pameran keris ini diikuti sekitar 150 peserta. Selain pengrajin lokal, juga terdapat pengrajin yang dari Malang, Surabaya, Jogjakarta, Solo, dan Jakarta.

 

Pada pameran keris yang mengangkat tema “Keris Sumenep Merajut Kebhinekaan Nusantara” itu, langsung dihadiri Sekretaris Jenderal Senapati Nusantara Hasto Kristiyanto dan Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi.

Baca Juga :  Stok Blangko e-KTP Menipis, Dispendukcapil Sumenep: Kita Sudah Salurkan ke 15 Kecamatan!

 

Pada kesempatan itu, Hasto Kristiyanto mengungkapkan, sebagai bentuk kegigihannya dalam membantu melestarikan warisan leluhur berupa keris, pihaknya terus melakukan kajian dan koordinasikan dengan seluruh sektor, agar keris ini menjadi salah satu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

“Kami sudah melakukan kajian akademisnya, berdasar kan penetapan UNESCO, ini menjadi bagian dari identitas kebudayaan Nusantara, maka kami terus perjuangkan hal tersebut,” jelasnya.

 

Koordinasi dan pendekatan itu, kata Hasto, sudah dilakukan ke Sekretaris Negara beserta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Sehingga sudah ada sinyal positif, termasuk bakal ditetapkan Hari Keris Nusantara.

 

Sebab, diakui atau tidak, imbuhnya, Sumenep menjadi salah satu daerah lumbung besar dalam mengekspor keris, mulai ke Malaysia, Brunei dan yang lainnya.

 

“Diharapkan dalam waktu dekat Hari Keris Nusantara dapat diterima oleh pemerintah terhadap budaya Tosan Aji ini kan dari aspek falsafahnya terkandung jati diri membangun bangsa,” papar Hasto.

Baca Juga :  Tiga Calon Rektor UTM Disahkan, Alot dan Harus Gunakan Voting

 

Pihaknya juga aktif mengapresiasi para empu atau pengrajin keris di Sumenep. Sebab, hingga saat ini masih konsisten berkreasi dan inovatif hingga menjadikan budaya keris dikenal dunia.

 

“Merawat dan melestarikan kerajinan ini adalah wujud terimakasih kepada leluhur yang telah mewariskan budaya keris,” pungkas Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan tersebut.

 

Sementara Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengungkapkan, dalam kegiatan pameran ini terdapat sedikitnya 12 keris nusantara dan 69 keris Sumenep yang dipamerkan.

 

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk merawat, menjaga, dan melestarikan warisan budaya keris sebagai pusaka asli Indonesia, serta menjadikan Sumenep sebagai kota keris di Indonesia.

 

Bupati Ra Fauzi menambahkan, budaya melestarikan keris ini juga akan mampu menjadi pendongkrak ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha maupun penggemar keris atau benda pusaka lainnya.

 

“Keris ini warisan dari para nenek moyang yang perlu dilestarikan. Namun terpenting tidak bertuhan kepada keris, tapi yang pasti ini harus dilestarikan,” tutur suami Nia Kurnia Fauzi itu.

Baca Juga :  Sumenep Tiadakan Pengkajian Situs Bersejarah untuk Jadi Cagar Budaya

 

Pada tahun 2014, Sumenep diakui UNESCO sebagai kabupaten yang memiliki pengrajin keris terbanyak di dunia. Kemudian sebagai bentuk dukungan, pada tahun 2018, Desa Aeng Tong-Tong dideklarasikan sebagai desa wisata keris.

 

“Ada keistimewaan tersendiri yang terkandung dalam pusaka keris ini. Sehingga tidak hanya digemari masyarakat lokal, tetapi juga sampai ke level internasional,” imbuhnya.

 

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Mohammad Iksan mengatakan, ada sekitar 20 kegiatan yang akan digelar dalam rangkaian perayaan Harjad Sumenep ke-753.

 

“Pada momentum harjad ini akan full dengan pagelaran beragam kesenian dan kebudayaan. Salah satunya pameran keris ini,” katanya.

 

Reporter: Imam Mahdi

 

Redaktur: Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *