Sumenep Jadi Satu-satunya Pilot Project Sekolah Penggerak di Madura

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LUAR BIASA: Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep menjadi kabupaten satu-satunya di Madura yang ditunjuk Kemendikbud menjadi pilot projectSekolah Penggerak.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik), ditunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi pilot project programSekolah Penggerak di Madura..

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Muhamad Iksan menceritakan, Sumenep menjadi pilot projectprogram Sekolah Penggerak, bermula dari kepala disdik sebelumnya (Carto) yang menyampaikan kesanggupan pada Kemendikbud. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep siap mendukung anggarannnya.

Bacaan Lainnya

“Diantara 3 kabupaten di Madura (Pamekasan, Sampang, Bangkalan), paling siap melaksanakan sekolah penggerak hanya di Sumenep,” katanya, Selasa (2/2/2020).

Alasan lainnya,banyak keunggulan program yang dilakukan Disdik Sumenep. Program unggulan itu salah satunya melaksanakan program Wajib Diniyah.

Dari program Wajib Diniyah itu, menjadi pertimbangan realisasi programSekolah Penggerak di Sumenep. Program Wajib Diniyah yakni sekolah negeri melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar ala pesantren, atau belajar ilmu agama yang diasuh oleh jajaran guru dari pondok pesantren.

“Satu kali pertemuan dua mata pelajaran atau 1,5 jam,” ucap mantan kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu.

Terdapat 20 sekolah yang melaksanakan program Wajib Diniyah, antara laintiga di sekolah menengah negeri (SMAN), 17 lembaga pendidikan setingkat sekolah menengah pertama (SMP), sekolah dasar (SD) diKecamatan Kota Sumenep, Manding, Kalianget dan Kecamatan Bluto.

Iksan juga menjelaskan, penunjukan Sumenep melaksanakan program Sekolah Penggerak, dalam rangka menjadi pilot project terhadap pelaksanaan program belajar yang tidak hanya menargetkan siswa pandai, namun berakhlakul karimah serta memahami eksistensi Pancasila dengan baik.

Sasaran utama program itu adalah guru, pengawas, kepala sekolah. Mereka akan diberikan pendidikan dan pelatihan mengenai cara menyampaikan kepada anak didik mengenai keterampilan pengetahuan serta pendidikan, termasuk nilai-nilai patriotisme dan Pancasila.

“Saat ini masih proses,” ucap Iksan.

Sedangkan teknis pelaksanaan Sekolah Penggerak yakni, ada pendaftaran asesor dari tim guru,pengawas maupun kepala sekolah di Sumenep yang mempunyai prestasi. Sehingga,nantinya menjadi tim narasumber untuk melaksanakan program-program yang menunjang program Sekolah Penggerak tersebut.

“Sekolah Penggerak nantinya akan ditunnjuk pemerintah pusat. Semua sekolah diharapkan mendaftar untuk menjadi sekolah penggerak, untuk kelengakapan masih menunggu teknis dari pemerintah pusat,” paparnya.

Mantan aktivis PMII itu juga mengakui masih ada beberapa kendala sekolah di Sumenep. Salah satunya, masih belum mememiliki asesor. Dengan demikian, dirinya meminta kepada pengawas,guru, kepala sekolah untuk mendaftarkan sebagai asesor.

“Jika asesor dari Sumenep sendiri akan gampang koordinasinya. Dengan demikian, hasilnya akan lebih maksimal,” tegasnya.

Anggaran Sekolah Penggerak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep senilai Rp400 juta. Sejauh ini belum ada tambahan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

“Informasinya ditambah Rp3 miliar, tapi mengenai anggaran dari pusat itu belum final,” pungkasnya.

Diketahui, jumlah terdapat sekitar 900 lembaga  pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak kanak (TK) di Sumenep, 575 sekolah dasar negeri (SDN) dan swasta dan SD Islam sebanyak 79 lembaga, sedangkan sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 43 lembaga dan SMP swata sebanyak 148 lembaga.(imd/waw)

OBJEK JUMLAH SEKOLAH PENGGERAK

Seluruh sekolah di Sumenep

Ketentuan ditunjuk pemerintah pusat

LATAR BELAKANG JADI PILOT PROJECT

Satu-satunya sekolah negeri yang mengadakan program wajib diniyah

Kendala

Belum memiliki asesor dari Sumenep

Solusi

Membuka pendaftaran husus Asesor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *