Sumenep Masih Masuk 10 Kabupaten Paling Miskin di Jawa Timur

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MEGAH: Kendati angka kemiskinan di Sumenep turun rata-rata 0,30 persen per tahun, namun masih masuk 10 besar daerah termiskin di Jatim..

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memberikan catatan tebal terhadap pencapaian kinerja beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), menyatakan bahwa Kabupaten Sumenep masuk 10 kabupaten termiskin di Jawa Timur (Jatim).

Bupati Sumenep A Busyro Karim menyampaikan, dengan adanya situasi tersebut, menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Sumenep untuk lebih kreatif membuat program percepatan dalam menekan angka kemiskinan. Salah satunya melalui bantuan sosial.

Bacaan Lainnya

“Jika rata-rata, tingkat kemiskinan dari tahun ke tahun mengalami penurunan sebesar 0,30 persen, namun kondisi ini masih terbilang lambat dibandingkan daerah lain di Jatim,” katanya, dalam sebuah sambutan.

Bupati dua periode itu juga mengatakan, selain bantuan sosial, yang juga perlu diperhatikan adalah pembangunan infrastruktur yang dapat merangsang peningkatan perekonomian. Tidak hanya di area atau poros jalan provinsi, tetapi juga di pelosok-pelosok.

Infrastruktur, jelas Busyro, harus menjadi salah satu titik prioritas. Termasuk mengoptimalkan program yang bersentuhan langsung dengan pemberdayaan kelompok masyarakat.

Apalagi di antara 38 kabupaten/kota di Jatim, Sumenep menempati urutan nomor 2 setelah salah satu kabupaten lain di Pulau Madura ini.

“Salah satunya berkoordinasi dengan pendamping desa, bagaimana penggunaan keuangan dapat dimaksimalkan sesuai dengan anjuran pemerintah pusat. Sebab desa mempunyai peranan mensupport kinerja pemerintah daerah,” imbuhnya.

Politisi senior PKB itu tetap berharap, untuk selanjutnya, lebih memanfaatkan potensi-potensi lokal, artinya produktivitas harus lebih bernilai. Terlebih yang menyentuh persoalan perekonomian.

“Bukan tidak ada kenaikan tapi lambat, sementara daerah lain juga naik capaiannya, sehingga tetap tertinggal,” pungkasnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *