Sumenep Masuk Level Miskin Ekstrem, Kabupaten Lumbung Migas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Dok) MERAGUKAN: Sumber kekayaan migas di Sumenep masih terus dikuras, namun angka kemiskinan warganya tidak kunjung teratasi dengan signifikan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sumenep langsung merespon terkait beberapa kecamatan di Sumenep masuk kategori miskin ekstrem. Bahkan angka kemiskinannya masuk tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Jember.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperbaharui Juni 2020, angka kemiskinan di Sumenep mencapai 211.980 jiwa atau 19,48 dari jumlah penduduknya.

Bahkan, akibat wabah Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sampai mengajukan lima kecamatan masuk kategori miskin ekstrem ke Kementerian Sosial (Kemensos)

Ketua DPD KNPI Sumenep Syaiful Harir mengatakan, jika dilihat dari kekayaan alam di Sumenep, salah satunya sumbernya adalah memiliki minyak bumi dan gas (migas). Menurutnya, mustahil apabila Sumenep masih dikategorikan miskin, bahkan miskin ekstrem.

Mantan ketua PC IPNU Sumenep ini menilai, kekayaan alam Sumenep hanya dieksplorasi, sementara dampaknya tidak terlihat. Harusnya, tegas Syaiful, dana bagi hasil (DBH) migas hingga participating interest (PI) 10 persen dari kontraktor migas yang mengeksplorasi di Sumenep betul-betul digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Sumenep kan kaya migas, potensi sumber daya alam (SDA) ini dikelola sekitar 7 kontraktor. Namun ironisnya, Sumenep miskin di lumbung migas. Tidak masuk akal jika Sumenep masuk kabupaten termiskin kedua di Jatim,” kata dia, Kamis, (11/11/2021).

Selama ini, pria yang akrab disapa Ayink itu menilai, kegiatan-kegiatan mengatasnamakan rakyat yang dilaksanakan SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas terkesan formalitas dan tidak berdampak apa pun. Sehingga, imbuh Syaiful, publik tidak percaya Sumenep masuk kategori daerah miskin.

“Akhirnya tidak ada lagi cerita miris tentang gubuk reyot yang digunakan sebagai kelas pembelajaran di seluruh sekolah di pelosok Sumenep. Tidak ada lagi anak putus sekolah bila dana tersebut dialokasikan bagi beasiswa pendidikan,” lanjut Ayink.

Tidak hanya di sektor pendidikan, dengan DBH dan CSR migas yang mencukupi, menurutnya, pemerintah mampu menyediakan layanan kesehatan yang maksimal. Bisa bermanfaat untuk membangun rumah sakit, puskesmas, posyandu dan pelayanan kesehatan yang lain.

Di sektor pertanian, baginya akan bisa memberdayakan petani dan nelayan. Bahkan jutaan ton pupuk bisa diberikan gratis kepada petani. Tidak hanya itu, infrastruktur juga bisa terbantu. Tidak ada lagi wilayah belum dialiri listrik.

Kantor bersama KKKS juga diharapkan berdiri di Sumenep, agar masyarakat Sumenep mudah mengakses informasi kemigasan, baik lifting, DBH, PI hingga realisasi program. Menurutnya, hal itu juga wujud tanggung jawab sosial perusahaan bagi masyarakat sekitar.

“Dampaknya, kantong-kantong kemiskinan yang biasanya ada di pelosok desa akan berkurang drastis. Sumenep pun akan keluar dari masalah kemiskinan,” harap pria asal Kecamatan Bluto itu.

KNPI Sumenep dipastikan akan terus mengawal masalah tingginya angka kemiskinan di Sumenep. Bahkan, kata Ayink, akan memfasilitasi mahasiswa dan pemerintah untuk diskusi dalam satu forum.

Dari sisi pemerintah,  terobosan dalam pengentasan kemiskinan juga diharap segera dimasifkan.

“Di mana mereka (warga miskin, red) sebenarnya berada. Itu kadang sulit diidentifikasi. Selama ini kita hanya berpedoman data BPS. Seharusnya pemkab punya tim khusus untuk mengidentifikasi lokasi orang miskin itu berada, bukan bekerja di bawah meja,” tegas Ayink.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi menyatakan bahwa kantor bersama KKKS di Sumenep dalam tahap persiapan. Pengelolaannya akan diserahkan ke salah satu BUMD. Pihaknya sepakat agar kantor itu jadi pusat informasi kemigasan.

“Sekarang kantornya sedang disiapkan BUMD, mudah-mudahan pertengahan November selesai,” ucap Nurwahidi.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *