Sumenep Melayani dengan Call Center 112

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) TOTALITAS: Pemkab Sumenep menyiapkan pelayanan Call Center 112 untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Jargon Sumenep Melayani yang diusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Dewi Khalifah, tampak bukan sekedar simbolis belaka.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sudah merancang program konkret, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Itu sebagai bentuk implimentasi dari tagline Sumenep Melayani. Salah satunya, yakni dengan menyediakan sistem pelayanan panggilan darurat melalui Call Center 112 yang bisa digunakan masyarakat untuk beberapa keperluan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi menegaskan, pihaknya saat ini telah menyiapkan program pelayanan kepada masyarakat berupa pelaksanaan Call Center 112.

Menurut Magister Hukum tersebut, program Call Center 112 itu bisa digunakan masyarakat untuk pengaduan terhadap beberapa hal kejadian signifikan dan darurat yang terjadi; butuh penanganan cepat dari Pemkab Sumenep.

“Kami saat ini telah melakukan persiapan pelaksanaan Call Center 112. Itu sebagai salah satu media instrumen guna merespon aduan masyarakat tentang kejadian yang mengancam keselamatan,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi pada Forum Group Discussion (FGD) persiapan pelaksanaan Call Center 112, secara virtual di Kantor Bupati Sumenep, Selasa (10/08).

Menurutnya, Pemkab Sumenep menyediakan layanan Darurat Call Center 112 guna memudahkan masyarakat. Itu untuk menyampaikan pengaduan ketika ada kejadian atau peristiwa di tengah-tengah masyarakat.

Layanan Call Center itu, diyakini akan sangat membantu masyarakat. Karena nantinya, dengan adanya layanan itu, masyarakat dengan mudah menghubungi tim yang sudah dipersiapkan dan selalu siaga.

“Keberadaan Call Center 112 ini, tentunya sangat bermanfaat masyarakat. Karena akan dimudahkan dengan waktu yang tidak terbatas, karena layanan ini beroperasi selama 24 jam dan terus menerus selama dalam seminggu,” papar Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep tersebut.

Lebih jauh diungkapkan Fauzi, terhadap konsep penyelenggaraan panggilan darurat tersebut, antara lain meliputi layanan ambulance gawat darurat; penanganan kebakaran, penanganan kejadian kecelakaan lalu lintas, penanganan kejadian tindak kriminal seperti pembunuhan, pencurian dengan kekerasan, penanganan kejadian terorisme, dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga.

Selain itu, ada juga layanan penanganan kejadian terkait kebencanaan, penanganan pohon tumbang dengan korban atau terganggunya aktivitas masyarakat, penanganan hama pengganggu manusia, hewan buas atau berbisa, penanganan kerusakan konstruksi yang mengakibatkan korban atau terganggunya aktivitas masyarakat, penanganan masalah sosial masyarakat, permintaan penyelamatan manusia, dan penanganan kegawatdaruratan lainnya.

“Jadi, di tim layanan Call Center 122 itu ada dari berbagai instansi, baik tenaga kesehatan, kepolisian, kebencanaan dan berbagai kebutuhan lain yang ada pada pelayanan penaganan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya menyampaikan, masyarakat bisa mengakses Call Center 112 melalui semua operator telepon baik dari handphone maupun telepon rumah.

“Yang jelas, panggilan darurat 112 merupakan panggilan bebas biaya, sehingga  telepon seluler tidak ada pulsa bisa mengakses layanan ini. Mudah-mudahan, layanan panggilan darurat 112  bisa mencegah kejadian yang lebih parah atau mencegah jatuhnya korban lebih banyak,” pungkasnya. (ong/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *