oleh

Sumiati, Janda Miskin 70 Tahun Tidak Tersentuh Program RTLH

Kabarmadura.id/Pamekasan-Wajahnya selalu dihiasi senyuman. Meskipun kegetiran hidup menderanya, nyaris tiada keluhan yang terucap. Dialah Sumiati, seorang nenek sebatang kara yang hidup dalam kemiskinan.

MUKHTARULLAH, PAMEKASAN

Suamiati merupakan warga Kelurahan Kangenan, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan. Nenek berumur 70 tahun ini berjuang hidup di rumah tidak layak huni (RTLH). Sampai saat ini, Suamiati tidak pernah tersentuh program RTLH yang dicanangkan oleh pemerintah.

Suamiati mengaku telah mengajukan program RTLH tahun anggaran 2020 lewat pendataan melalui RT: 01 RW: 08 Kelurahan Kangenan. Tapi, hasilnya hingga kini tidak ada kepastian.

Suamiati juga hidup sebatang kara di rumah tuanya. Meski sebatang kara, sebenarnya Suamiati mempunyai 5 anak yang semuanya ikut ke rumah istri dan suaminya. Menurutnya, anak-anaknya bergantian menjenguknya.

Ketua RT: 01 Kelurahan Kanginan Achmad Sucipto menyampaikan, pendataan dari Kelurahan Kangenan yang dilimpahkan ke RT 01 itu sudah dilakukan. Tapi hasilnya, warga yang bernama Sumiati tetap tidak mendapatkan program RTLH, meski secara keadaan sudah sangat pantas menerimanya.

“Tidak hanya itu, dari data yang kami ketahui selama ini, Sumiati bukan hanya tidak menerima program RTLH yang telah kami ajukan, tapi dia juga tidak tersentuh bantuan lainnya, seperti raskin, baik itu dari dinas sosial (Dinsos) dan lain sebagainya,”  ungkapnya pada Kabar Madura, Kamis (27/8/2020).

Pemuda warga setempat, Faisal Arif menyampaikan, harusnya Sumiati mendapatkan program RTLH. Itu melihat dari kondisi rumah Sumiati yang sangat tidak layak huni. Apalagi berada di sekitar pinggir sungai.

“Saat musim hujan, dikhawatirkan rumah nenek Sumiati kalau tidak segera diperbaiki, akan roboh akibat air sungai sering meluap,” ujar Arif.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) saat ini membedah 644 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga dengan kategori tidak mampu. Program ini sedang berlangsung dan akan selesai pada akhir Desember 2020. Sumiati tidak tersentuh oleh program tersebut. (nam)

Komentar

News Feed