Sungai Kelowang Belum Dinormalisasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) TIDAK DIPERHATIKAN: Kondisi Sungai Kelowang yang hingga saat ini belum dilakukan normalisasi,  sementara gundukan sedimentasi cukup tinggi.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Belakangan ini, Pamekasan sudah mulai diguyur hujan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berencana melakukan normalisasi sungai. Sebab, beberapa sungai diketahui mengalami ketinggian sedimentasi. Bahkan, di Sungai Semajid, gundukan sedimentasi ditanami pohon pisang oleh warga setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sumber Daya Air dan Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Agus Priambodo menyebutkan, anggaran normalisasi sungai pada tahun ini terbatas hanya sekitar Rp800 juta. Karena itu, normalisasi hanya menyasar Sungai Kelowang.

“Sebenarnya semua sungai mengalami sedimentasi cukup tinggi. Tapi anggarannya terbatas,” ungkapnya.

Kata Agus, kegiatan normalisasi pada Sungai Kelowang direncanakan terlaksana pada bulan Oktober mendatang. Panjang normalisasi yang direncanakan yaitu 500 meter. Jika masih ada sisa anggaran, maka pihaknya akan menormalisasi sungai Semajid di daerah Desa Sumedangan.

Namun, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak atas Sungai Semajid, karena sungai itu dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sungai Semajid sendiri menjadi pusat pertemuan semua sungai di Pamekasan. Dampaknya, sedimentasi tertinggi terjadi di sana.

Sementara itu, Supervisor Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Budi Cahyono menuturkan, kendati hujan sudah mulai mengguyur Pamekasan, namun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan terjadi pada bulan November.

“Dalam minggu ini diprediksi akan terjadi hujan dengan frekuensi agak sering,” ungkapnya.

Di lain pihak, Koordinator Sungai Watch Pamekasan (SWP) Jatim menyayangkan sikap lambat pemerintah dalam mengantisipasi dan meminimalisir potensi banjir. Sebab, hingga memasuki hujan, normalisasi sungai belum dilakukan. Pihaknya mendesak agar normalisasi segera dilakukan, sebelum banjir kembali menimpa warga Pamekasan.

“Tahun kemarin seharusnya sudah menjadi bahan pelajaran. Tahun ini harus diupayakan tidak terjadi banjir,” tegasnya.

 

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *