Surati Inspektorat, DPRD Sampang Minta Kejanggalan Proyek RKB Diaudit

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) JADI ATENSI: DPRD Sampang temukan kejanggalan dalam realisasi rehab sarpras pendidikan SD, agendakan pemanggilan Disdik dan konsultan dan surati Inspektorat Sampang.

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Menindaklanjuti temuan di salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Omben, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang akan memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang untuk diminta klarifikasi.

Temuan tersebut didapat legislator saat inspeksi di UPTD SDN Jrangoan 1, Kecamatan Omben Sampang. Yakni tentang realisasi program rehabilitasi ruang kelas. Dalam rehab kelas itu, ditemukan dugaan tidak sesuai dengan rancangan anggaran biaya (RAB), karena perbaikan dinding ruang kelas yang retak hanya diplamir ulang.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya itu, Komisi IV DPRD Sampang itu berencana menyurati Inspektorat Sampang. Tujuannya, agar melakukan audit terhadap pengerjaan rehab SDN Jrangoan yang menelan anggaran hingga Rp430 juta. karena penuh kejanggalan dalam pelaksanaannya.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fatoni mengatakan, surat pemanggilan terhadap Disdik, konsultan dan pelaksana rehab di SDN Jrangoan itu sudah dikirim. Rapat bersama itu diagendakan pekan ini.

Politisi muda dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Sampang itu mengaku kerap mendapatkan laporan dari masyarakat terkait pengerjaan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) di Sampang yang diduga dikerjakan asal-asalan.

Dengan begitu, dia berencana menginspeksi kembali sejumlah sekolah penerima anggaran rehab dan pembangunan RKB di Sampang. Pihaknya mendesak agar Disdik lebih maksimal dalam melakukan mendampingi dan mengawasi di lapangan.

“Kami hanya ingin program rehab dan pembangunan RKB ini dikerjakan dengan benar dan bagus, maka ke depan kami akan lebih aktif turun ke lokasi untuk melihat pengerjaan di sekolah yang lain,” beber pria yang akrab disapa Bung Fafan itu, Rabu (3/11/2021).

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Ach. Heriyanto mengungkapkan, pengerjaan rehab SDN Jrangoan itu penuh kejanggalan, lantaran terdapat beberapa item pengerjaan yang diduga tidak sesuai dengan RAB, meliputi perbaikan dinding ruang kelas yang retak hanya diplamir ulang.

Selain itu, kondisi kusen jendela yang tidak diganti, padahal kondisi kayunya sudah keropos dan juga bangunan pondasi di bagian belakang gedung yang diduga tidak adanya pemasangan footing atau pondasi sepatu.

“Sidak ini bertujuan untuk memastikan proses pengerjaan proyek sekolah dikerjakan sesuai RAB, karena yang akan menikmati para siswa dan guru, agar merasa aman dan nyaman saat melaksanakan KBM di kelas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Sampang Edi Subinto melalui Kasi Sarpras SD Suraji mengaku, jika dari awal proses pengerjaan rehab sudah mengingatkan agar konsultan pengawas dapat mengawasi secara maksimal. Sayangnya, masih ditemukan kejanggalan. Sehingga pihaknya berjanji akan menindaklanjuti temuan dari para wakil rakyat tersebut.

“Prinsipnya, kita akan tidak akan tinggal diam, pasti ditindaklanjuti, jika memang benar tidak sesuai RAB, kami akan minta pihak pelaksana untuk melakukan perbaikan,” terangnya.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *