Survey Keluarga di Sampang Molor, Terganjal Sarpras Teknologi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENJELASKAN: Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKB P3K) Siti Amina saat memberikan keterangan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Upaya pendataan keluarga yang dilakukan oleh Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKB P3A) Bangkalan, belum maksimal. Pendataan yang semula dijadwal sejak April hingga akhir Mei 2021 belum selesai. Bahkan, dari hasil selama sebulan diperkirakan masih mencapai setengah pendataan.

Beberapa kendala mengakibatkan molornya pendataan. Masing-masing, sarana prasarana (sarpras) teknologi yang tidak mendukung, dan koneksi internet di setiap daerah yang belum merata. Sehingga menyulitkan tim untuk mengentri data. Hal ini diungkapkan Kepala DKB P3K Bangkalan Siti Amina, Selasa (8/6/2021).

“Selain sistem, kendala lain perihal pendataan juga kurang lancar, kadang data yang di entri sudah masuk kemudian hilang lagi, lalu saat di entri kembali data tidak muncul. Ini terjadi tidak hanya di Bangkalan saja, tapi juga wilayah lain di Indonesia,” paparnya.

Menurutnya, persoalan data, signal dan alat yang digunakan oleh petugas masih kurang kuat. Serta jumlah petugas atau kader pendata juga masih belum ideal. Sedangkan, di beberapa wilayah ada yang masih enggan didata. “Alasan mereka, karena memiliki masalah pribadi dari  program pilkades antara yang menang dan yang kalah,” paparnya.

Sehingga, dengan beberapa kendala tersebut jadwal survey diperpanjang hingga akhir Juni 2021. Sementara hasilnya, belum diketahui pasti lantaran masih proses pendataan dan input data. “Terakhir petugas melaporkan sudah 50 persen, tapi masih mau dihitung lagi,” pungkasnya.

Salah satu warga Desa Dupok Kecamatan Kokop Bangkalan Siti Muslimah mengaku, belum mengikuti survey keluarga tersebut. Sebab, belum ada petugas yang mendata dan meminta dirinya untuk mengisi formulir. “Di desa sebelah ada yang sudah, mungkin memang disini masih belum,” tuturnya.

Perempuan berhijab yang kerap disapa Simah itu juga mengaku, belum mendapatkan sosialisasi mengenai manfaat pendataan keluarga tersebut, dirinya yang baru saja usai menikah di usia muda berharap akan mendapatkan bantuan pembinaan keluarga. “Kami malah berharap dan bertanya pada tim survey, kami kira ini bantuan uang,” sebutnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *