SWP Minta Prokasih Dimaksimalkan sebagai Upaya Efektif Tangani Banjir

(FOTO: KM/ ALI WAFA) MEPERIHATINKAN: Sungai Watch Pamekasan (SWP) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memaksimalkan program kali bersih (prokasih). 

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Sungai Watch Pamekasan (SWP) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memaksimalkan program kali bersih (prokasih). Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas air sungai sehingga memenuhi fungsi peruntukkannya. Untuk itu SWP menyampaikan gagasannya kepada Pemkab Pamekasan.

Koordinator SWP, Jatim, menjelaskan, latar belakang pelaksanaan prokasih adalah manat kebijakan nasional, sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, GBHN, Undang-Undang Nomor 4/1982 dan undang-undang lain yang berkenaan dengan lingkungan hidup. Lingkungan hidup harus dikelola karena penting bagi kehidupan manusia termasuk kegiatan pembangunan.

Selian itu, prokasi sebagai upaya melestariakn fungsi lingkungan hidup dalam setiap kegiatan pembangunan. Sehingga tetap mampu mendukung pembangunan secara berkelanjutan untuk generasi sekarang maupun generasi mendatang. Prokasih juga dinilai dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Bacaan Lainnya

Menurut Jatim, kelestarian perairan sungai dapat terancam oleh penurunan kualitas airnya. Hal itu dapat dilihat dari kekeruhan, kebusukan dan kehitaman air. Seiring dengan meningkatnya jumlah dan kepadatan penduduk, kebutuhan air bersih untuk berbagai keperluan cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

“Tujuan prokasih untuk meningkatkan kualitas air sungai, sehingga kualitas air sesuai dengan peruntukannya. Tengok saja Kali Semajid yang air sungainya membawa sampah plastik, sampah rumah tangga hingga berbau tidak sedap,” terang Jatim.

Ditambahkan Jatim, langkah lain sebagai upaya untuk konservasi sumber-sumber air dengan cara menetralisir pembuangan limbah industri yang berbahaya, menanam pohon yang dapat menyerap dan menyimpan air, memberlakukan UU lingkungan hidup secara konsisten dan melakukan gerakan kali bersih yang berkesinambungan dengan melibatkan peran warga.

Pihaknya berencana menentukan salah satu kali sebagai pilot project dalam upaya mengampanyekan prokasih, sehingga bisa dikembangkan pada kali-kali lainnya. Pilot roject dalam kampanye prokasih tersebut berupa; pemasangan penyaring sampah di empat titik aliran sungai, pengangkisan sampah secara berkala.

Kampanye tersebut bisa menggunakan poster dan sosialisasi dengan warga. Kemudian mempercantik tepian kali, sehingga bisa menjadi tempat hiburan keluarga dan menanam benih ikan untuk meningkatkan kesadaran warga memelihara kali bersih. Selain itu, menjadikan sungai sebagai bagian dari nilai ekonomis.

“Tentu salah satu fokusnya mendorong kesadaran terhadap kali bersih sebagai kekayaan bersama, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan bersama,” pungkas Jatim.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail mengapresiasi usulan SWP. Pihaknya akan mengajak SWP berkolaborasi dengan pemkab dalam memaksimalkan prokasih. Namun Ismail menjelaskan, kendala pokoknya yaitu; minimnya kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dan terbatasnya anggaran untuk normalisasi sungai.

“Ini akan kami tindak lanjuti. Pemkab harus bisa bekolaborasi dengan Pemprov Jatim untuk mengatasi soal anggaran,” ucap poltisi Partai Demokrat itu.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.