Syafiuddin: Beasantri Lebih Awal dari Perpres 82/2021 Tentang Dana Abadi Pesantren

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SYAFIUDDIN FOR KM) SYAFIUDDIN: Pimpinan DPRD Pamekasan

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin menilai, sebelum lahir Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sudah mengawali dengan program inovatifnya, yakni beasiswa santri (beasantri).

Program yang mensupport berlangsungnya penyelenggaraan pendidikan di pesantren tersebut, bisa jadi menginisasi terbitnya perpres yang mengatur tentang alokasi dana abadi pesantren yang menjadi bagian dari dana abadi pendidikan.

Pada tiga tahun kepemimpinan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, jelas Syafiuddin, program beasiswa tersebut sudah diterima 3.625 santri di Pamekasan. Beasantri juga menjadi komponen penting dalam keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan di pesantren.

Dengan begitu, tegas sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pamekasan itu, program prioritas di bidang pendidikan tersebut sudah terlampaui dari janji politiknya di awal memimpin Pamekasan. Sebab, beasiswa yang awalnya hanya menargetkan sasaran seribu santri selama 5 tahun memimpin, pada tahun ke 3 sudah melebihi dan mencapai 3.625 santri.

“Jadi kepemimpinan Berbaur (Baddrut Tamam-Rajae) ini mengawali dari amanah Perpres 82/2021 ini. Bahkan di program beasiswa santri tidak hanya untuk santri, tetapi juga menumbuhkan ekosistem ekonominya melalui koperasi yang sudah dibentuk,”paparnya, Kamis (23/9/2021).

Ketua PC GP Ansor Pamekasan ini juga mengapresiasi capaian program sektor ekonomi, infrastruktur, kesehatan dan reformasi birokrasi. Karena terus muncul berbagai terobosan dan sangat berdampak langsung kepada masyarakat.

“Jadi saya merasa bangga, karena Ra Baddrut ini diusung utama oleh PKB, dan PKB itu lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, yang merupakan organisasi terbesar yang mewakili kelompok islam tradisionalis, yakni pondok pesantren,” terang legislator asal dari Pantura Pamekasan ini.

Sosok pemuda energik itu juga meyakini, program yang telah direalisasikan sudah terbukti bermanfaat kepada masyarakat. Manfaat yang dimaksud, sangat mempengaruhi percepatan kemajuan di bidang pendidikan.

Bahkan ada program pendidikan lain seperti beasiswa mahasiswa kedokteran, sudah ada 4 mahasiswa yang mendapatkannya. Mereka akan ditanggung biaya kuliahnya oleh Pemkab Pamekasan.

“Jadi apabila ada yang berusaha menggagalkan atau mengurangi anggaran beasiswa santri, maka PKB akan berada di garda terdepan untuk kemudian mempertahankan, bahkan akan meningkatkannya, sebagai amanah dari apa yang menjadi visi dan misi bupati,” pungkasnya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *