oleh

Syafiuddin: Protkes Lemah, PTM Jadi Persuasi Edukatif

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan Syafiuddin, mengapresiasi langkah pemerintah yang kembali mengaktifkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“PTM bisa jadi wahana persuasi edukatif di tengah masih lemahnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan (protkes),” terang Syafiuddin saat ditemui di kantor GP Ansor, Jalan R Abd Aziz Nomor 95, Jungcangcang, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Rabu (10/2/2021).

Setidaknya, terang mantan guru honorer tersebut, anak didik yang menjalani PTM berkabar ke orang tuanya ketika kembali pulang. Yakni, penjelasan dari guru terkait pentingnya protkes.

“Edukasi ketuk tular ini kini sangat dibutuhkan. Orang tua pasti segan kepada anaknya untuk selanjutnya hati-hati dalam menjalankan protkes,” paparnya.

Dengan adanya PTM, kata Syafiuddin, maka pengembangan SDM di pandemi tetap jalan.

Berhubung PTM sudah jalan, tegasnya, pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap guru dan murid. Deteksi dini guru dan murid yang punya penyakit bawaan harus disikapi secara maksimal.

“Nakes memang menjadi garda terdepan menyelamatkan pasien. Namun, guru harus dipastikan steril; tiap setengah atau sebulan sekali rapit antigen gratis,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan tersebut meminta agar ada kepastian di sekolah tetap protkes. Karenanya, pemerintah harus betul-betul memfasilitasinya.

“Dana refocusing untuk penanganan Covid-19, harus betul-betul tepat sasaran. Salah satunya memberikan fasilitas protkes secara nyata kepada stakeholders pendidikan,” tukasnya. (nam)

Komentar

News Feed