oleh

Syahbandar Mendadak Ubah Pernyataan, Garam Berlabel Gula Disebut Bukan Milik Garindo

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Buntut dari ribuan ton garam berlabel gula di Pelabuhan Kelas II Branta Pamekasan yang akan dikirim ke Palembang Minggu (7/6/2020), Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Branta Pamekasan tiba-tiba mengubah pernyataan.

Jika sebelumnya menyebut garam tersebut berjumlah 4.200 ton milik dari PT. Garindo Sejahtera Abadi (PT. GSA) di Pamekasan, kini justru menyebut garam tersebut milik perorangan. Pernyataan itu diubah, setelah dibantah oleh pihak GSA sehari sebelumnya.KUPP Kelas II Branta Pamekasan mengaku salah menyampaikan manifes pemuatan garam tersebut.

Kepala KUPP Kelas II Branta Edi Kiswanto melalui Petugas Syahbandaran Imron Rasyidi mengaku, yang disampaikan sebelumnya adalah kesalahan dalam penyampaian data. Kini, garam berbungkus gula rafinasi itu dinyatakan milik dari seseorang bernama Iik dengan jumlah 1.999,400 ton.

Selain itu, sebelumnya garam tersebut dinyatakan dimuat selama empat hari (diakhiri tanggal 7 Juni 2020) dengan dua proses, yakni 2.500 ton garam melalui pelabuhan itu dan sisanya melalui engkerkapalatau tanpa berlabuh di dermaga, lalu diantarkan melalui perahu kecil dari PT. GSA di Pamekasan. Kini dinyatakan bahwa garam dimuat tanpa melalui proses engker kapal.

“Ini perlu diklarifikasi masalah pemuatan garam pada KM Mandiri 18, bahwasanya ini pemiliknya atau pengirim dari sini Bapak Iik. Penerima di sana Ibu Shinta Roilan dengan jumlah 1.999,400 ton garam. Keberangkatan hari Minggu 7 Juni 2020,” jawabnya kepada Kabar Madura, Rabu (24/6/2020).

Tidak ingin salah pernyataan lagi, dia menunjukkan bukti manifes yang di dalamnya tertera nama pengirim dan penerima serta jumlah barangnya. Namun dalam manifes itu hanya bertuliskan garam tersebut dibungkus karung berwarnah putih, tidak dijelaskan bahwasanya berlabel Gula Rafinasi milik PT. Makassar Tene.

Dia juga mengaku tidak mengetahui secara rinci bentuk karung kemasan garam itu, sebab tidak memeriksa langsung terhadap ribuan ton garam itu. Dia hanya meraba karung pertama, kemudian langsung dipercaya. Alasannya hanya diraba, karena mengikuti prosedur. Sebab, pemeriksaan tidak mungkin membuka kemasan satu per satu.

“Karena kebiasaannya di sini sudah pasti garam, ya sudah biasa muat garam kapal ini. Hanya karung pertama saja dicek. Saya sendiri (yang mengecek). Itu garam, kalau jelasnya saya tidak buka karungnya, hanya raba, lihat dari luar saja dan tumpahannya itu kan ada. Nggak sampai buka,” ungkapnya.

Kapal bermuatan garam berlabel gula itu tercatat menuku Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Palembang.

Sebelumnya, Kepala Operasional PT. GSA di Pamekasan Syaiful Amar membantah bahwa perusahaanya pernah mengirim gara berlabel gula. Bahkan sudah lama tidak memuat garam melalui Pelabuhan Kelas II Branta, Pamekasan. Terkahir menggunakan pelabuhan itu hanya pada 20 Maret 2020 saat mengirim garam dengan tujuan Palembang sebesar 600 ton.

Pada 7 Juni lalu, terlihatpengangkutan garam yang dibungkus dengan kemasan gula ukuran 50 kilogram di dermaga Pelabuhan Branta. Garam dalam karung gula itu dipindah dari sejumlah truk ke lambung kapal. Di bagian depan lambung kapal tersebut, teridentifikasi bernama kapal motor (KM) Mandiri.

Aktivitas itu berlangsung beberapa hari, bahkan pada Kamis (11/6/2020) masih ada truk lalu lalang dari Pelabuhan Branta Pamekasan menuju ke Sumenep. Di Sumenep,truk menepi di pinggir Jalan Raya Sumenep, tepatnya di Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep.

Setelah menepi, tidak lama kemudian, beberapa sepeda motor membawa sekitar tiga karung garam berdatangan dan menumpuk muatannya itu di belakang truk. Setelah tumpukan karung cukup banyak, kemudian kuli tersebut mengangkut garam berbungkus karung gula ituke bak truk.(idy/waw)

Perubahan Pernyataan KUPP Kelas II Branta
15 Juni   24 Juni
4.200 ton garam   1.999,400 ton garam
Milik PT. GSA dan Garam Rakyat   Bapak Iik, Pamekasan
 

Dimuat dari pelabuhan dan kapal engker lalu dikirim via perahu kecil dari PT. GSA di Pamekasan

   

Hanya dimuat dari pelabuhan

 

KM Mandiri I

   

KM Mandiri 18

 

Proses pemuatan 4 hari dan diakhiri 7 Juni 2020.

   

Proses muat 4 hari dan diakhiri 7 Juni 2020.

 

Dikirim ke Palembang

   

Dikirim ke Palembang

Komentar

News Feed