TACB Sumenep Bakal Teliti Kompleks Pemakaman Sergang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/TAUFIQ HIDAYAT) KERAMAT: kompleks pemakaman di Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, Sumenep bakal diteliti lebih lanjut oleh TACB.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Kompleks pemakaman di Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, mendapat perhatian dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sumenep. Hal itu dikarenakan keberadaan makam dinilai banyak berhubungan dengan sejarah penyebaran agama di Sumenep.

Salah satu alasan untuk dileti keberadaan kompleks pemakaman di Desa Sergang, yakni di Lokasi makam yang berada di atas bukit Dusun Lebbak seperti makam keramat pada umumnya. Nyaris setiap hari ada warga datang untuk berziarah. Masyarakat sekitar menyebutnya kompleks pemakaman keluarga Kerajaan Cakra Langit. Tekstur pembangunan mulai dari pagar hingga susunan batu nisan seperti bangunan tua. Pada setiap batu nisan kuburan juga terdapat ukiran yang umumnya digunakan makam dari kalangan bangsawan.

Sejumlah nama dengan beragam gelar dipasang pada nisan-nisan makam. Mulai dari tulisan syekh, raden, tumenggung, hingga empu. Nama-nama itu tidak tertulis pada batu nisan tiap kuburan, melainkan dalam potongan kayu yang ditancapkan di atas makam. Di antaranya, Syekh Muhammad Ilyas, Resi Bengah, R. Arya Cakra Langit (cucu Raden Fatah), dan Putri Tungga Dewi.

Ketua TACB Sumenep Tadjul Arifin R menerangkan, bangunan makam tua itu sebenarnya bukan baru ditemukan. Sejak turun-temurun, bangunan itu sudah banyak diketahui warga. Secara historis, para penyebar Islam terdahulu banyak merintis dakwah di bagian pantai utara Madura.

“Memang para leluhur banyak yang dikebumikan di sisi utara Pulau Madura. Seperti di Paonganan dan makam leluhur,” kata dia. Selasa (7/9/2021).

Dari segi tekstur dan bentuk pembangunan makam yang sebagian masyarakat sekitar menyebutnya makam partelon. Sehingga makam tersebut dari segi waktu sudah memenuhi syarat. Pihaknya akan meneliti lebih lanjut untuk diusulkan menjadi cagar budaya.

“Kalau kami lihat dari bentuk nisannya perkiraan model abad 17 ke 19. Sesuai estetika pembangunan lama sudah,” tukasnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *