oleh

Targetkan 27 Ribu KIA, Pendaftar di Bawah 100

Dewan Minta Jemput Bola

 Kabarmadura.id/SAMPANG – Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang menyebut pemberlakuan kartu identitas anak (KIA) pada anak usia 0-17 di kKota Bahari tidak berjalan mulus. Program KIA itu tampaknya kurang diminati oleh masyarakat. Pasalnya, sejak bulan Januri 2019 hingga saat ini, jumlah pendaftar kartu anak itu sangat minim.

Data Dispendukcapil Sampang menunjukkan, target realisasi KIA di Sampang tahun ini sebanyak 27 ribu. Rinciannya, 5 ribu keping KIA ditanggung pemerintah daerah dan 22 ribu keping KIA bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Sayangnya, hingga kini jumlah pendaftar KIA masih di bawah 100 anak.

Atas kondisi tersebut, anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin meminta Dispendukcapil Sampang membuka layanan KIA di berbagai kecamatan bahkan kalau memungkinkan hingga ke desa-desa. Selain itu, sosialisasi terkait kewajiban memiliki KIA tersebut, terus digencarkan secara masif kepada semua elemen masyarakat di berbagai wilayah.

Menurut dia minimnya pendaftar KIA itu salah satunya karena pemerintah cenderung kurang aktif mensosialisasikan dan memberikan kemudahan dan kenyamanan pelayanan kepada masyarakat, seperti membuka layanan keliling. Artinya Dispendukcapil itu tidak hanya membuka pelayanan di kantornya, melainkan juga dapat membuka di kecamatan, kantor desa dan sebagainya.

”Tentunya, dispendukcapil jangan hanya diam dan pasrah, tetap harus berupaya memaksimalkan KIA ini. Yakni dapat menjalankan program jemput bola, dengan membuka layanan di kecamatan dan desa,” pintanya.

Lebih lanjut, politisi Partai Hanura itu menjelaskan, gagalnya suatu program pemerintah itu, kebanyakan karena kurang serius dan bersungguh-sungguh dalam merealisasikan. Pihaknya meminta program KIA itu betul-betul terealisasi maksimal. Itu sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 2 tahun 2016 tentang KIA. Anak usia 0-17 wajib memiliki KIA sebagai identitas resmi sebelum memiliki KTP.

”Kami tekankan, KIA ini harus terealisasi maksimal, maka (dispendukcapil, red.) harus proaktif dan menjemput bola dalam memberikan pelayanan kepada warga, hingga ke wilayah terpencil sekalipun,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Dispendukcapil Sampang Edi Subinto berdalih, belum maksimalnya pemberlakukan KIA di Sampang itu karena baru dimulai. Pasalnya sejak bulan Januari-Maret 2019, pihaknya masih fokus pada pengadaan sarana prasarananya, semisal mesin cetak kartunya, dan sebagainya.

Di sisi lain, Edi mengatakan, pemberlakuan KIA di daerah itu, diklaim tidak bersifat mengikat dan memaksa. Pasalnya kemampuan setiap daerah untuk menjalankan amanat peraturan itu beragam dan relatif terbatas. Sedangkan proyeksi jumlah anak yang wajib memiliki KIA di Sampang mencapai 100 ribu jiwa. Sehingga program ini harus dilaksanakan secara bertahap.

”Yang jelas, program KIA ini, dilaksanakan secara bertahap, sesuai kemampuan. Kami tegaskan untuk pelayanan hingga ke tingkat kecamatan kami masih terkendala dengan sarana, prasarana, operator dan anggaran operasional pelayanan,” klaimnya.

Ia menambahkan, persyaratan mengurus KIA sangat mudah, pemohon cukup datang ke Dispendukcapil Sampang yang beralamatkan di Jalan Kusuma Bangsa No.17A, Pliyan, Tanggumong, Kec. Sampang, dengan membawa persyaratan, meliputi akta kelahiran anak, foto copy kartu keluarga (KK), dan KTP kedua orang tuanya. Semua pelayanan gratis tidak dipungut biaya. (sub/pai)

Komentar

News Feed