Tagihan Piutang Pelanggan PDAM Sampang Belum Direkap

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN)

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Awal tahun 2021 tunggakan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang mencapai Rp10 miliar. Namun, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bersikap tertutup soal progres penagihan piutang kepada pelanggan.

Data yang dihimpun Kabar Madura pada bulan Maret 2021, piutang tagihan pelanggan masih sebesar Rp10.559.269.893. Namun sampai saat ini tidak jelas perkembangan piutang yang menjadi salah satu beban PDAM.

Bacaan Lainnya

Direktur PDAM Trunojoyo Sampang Dani Darmawan mengaku, tunggakan piutang bukan Rp10 miliar tapi sebesar Rp9 miliar. Hanya saja, belum melakukan rekapitulasi piutang setelah dilakukan penagihan.

“Kami belum merekap. Tapi kami sudah melakukan penagihan. Pasti ada pengurangan dari sebelumnya. Tapi soal jumlah belum bisa kami sampaikan,” ujarnya, Rabu (4/8/2021).

Menurutnya, pada bulan Juni 2021 sudah dilakukan audit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur (Jatim). Dari total piutang, ditemukan uang yang bukan seharusnya masuk piutang.

Sehingga, piutang PDAM akan lebih sedikit. Namun, juga tidak menyebutkan nominal keuangan yang tidak seharusnya masuk daftar piutang tersebut. Ditegaskan, penagihan yang dilakukan membuahkan hasil. Hanya saja, belum diketahui total piutang yang tersisa.

Sebab, kerjasama dengan kejaksaan soal penanganan tunggakan dinilai efektif. Meski demikian, masih kesulitan melakukan penagihan kepada sebagian pelanggan. Terutama, kepada pelanggan yang memiliki tunggakan besar.

“Kami tidak mudah meminta uang dengan nominal lumayan banyak kepada pelanggan. Karena, mereka bisa saja tidak membayarnya. Tapi, kami memberi keringanan dengan memberi toleransi dicicil. Sehingga, pelanggan yang mempunyai tunggakan bisa membayar sesuai kemampuan sampai lunas,” jelasnya.

Untuk semetara, pelanggan yang mempunyai tunggakan, aliran airnya diputus. Mereka bisa mendapatkan pelayanan aliran air PDAM, jika sudah melunasi tunggakan. “Hal ini kami lakukan secara pelan, tapi pasti,” tukasnya.  (man/ito)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *