oleh

Tahanan LP Lakukan Tindakan Asusila, Divonis Delapan Tahun dan Denda Rp1 M

KABARMADURA.ID, Pamekasan  – Pelaku tindak pidana pornografi yang merupakan tahanan lapas kelas II B Pamekasan dinyatakan terbukti secara sah bersalah. Sehingga terdakwa atas nama, Thoifur Rohman harus mendekam di jeruji besi untuk kedua kalinya selama 8 tahun.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan Tito Eliandi menjelaskan TR sebutan dari Thoifur Rohman, merupakan tahanan lapas yang sebelumnya divonis bersalah atas kasus tindakan asusila.

Namun meski sudah mendekam di dalam lapas, dirinya masih melakukan tindakan pornografi. Aksinya dilakukan menggunakan akun instagram. Dia membuat akun dengan nama dan foto yang sama, milik orang lain yang diketahui seorang guru.

Dia mengirimkan pesan kepada sejumlah akun milik murid guru tersebut dengan meminta muridnya membuka pakaian. Bahkan mengiming-imingi nilai bagus dan mengancam tidak menaikkan kelas.

Puluhan video syur berhasil dia dapatkan dari para korbannya. Kemudian video tersebut disimpan menggunakan email. Rata-rata korban adalah anak di bawah umur. Bahkan ada korban yang masih belajar di bangku SD hingga SMA.

“Aksinya diketahui setelah ada wali murid yang menegur seorang guru pemilik akun instagram, karena tindakan yang melecehkan anaknya,” jelas, Tito Eliandi, Minggu (08/11/2020).

Namun guru tersebut mengaku tidak melakukannya. Setelah diperiksa akun tersebut bukan miliknya melainkan milik orang lain yang menyamar menjadi dirinya. Sebelumnya kasus tersebut sempat ditangani oleh Mabes Polri, kemudian dilimpahkan ke PN Pamekasan.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim cyber Mabes Polri, diketahui pelaku sedang berada di dalam lapas kelas II B Pamekasan. Kemudian TR ditangkap dan diperiksa.

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Pamekasan Hanafi menyangkal TR melakukan tindakan tersebut di dalam lapas. Menurutnya, fakta yang sebenarnya tindakan pornografi dilakukan TR pada 2018. Kemudian pada 2019 TR dihukum dengan kasus berbeda yaitu kasus pencabulan dengan vonis 7 tahun.

Hanya saja, kasus tersebut terungkap saat TR sudah berada di dalam lapas. Bahkan menurutnya, saat itu pemeriksaan dilakukan pihak kepolisian di dalam lapas. “Itu bukan di lapas, itu kasus tahun 2018 dan baru terungkap saat dia ada di lapas,” papar Hanafi. (ali/ito)

Komentar

News Feed