oleh

Tahapan Jitu Gugus Tugas Covid-19 Sumenep Beranjak dari Zona Merah

Kabarmadura.id/SUMENEP-Upaya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep dalam dalam menanggulangi penyebaram virus tersebut, sangat dimaksimalkan. Sejak awal wabah tersebut hingga akhir Juli 2020, seluruh tahapannya dapat ditangani dengan baik.

Menurut Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya, penanggulangan Covid-19 dibagi dalam beberapa tahap.

Sejak awal mewabahnya Covid-19 di Indonesia, tim gugus tugas langsung berinisiatif membentuk posko di 3 titik pintu masuk Kabupateb Sumenep. Yakni, di Kecamatan Pragaan, Guluk-Guluk dan Pasongsongan.

” Upaya tersebut agar virus tidak masuk ke Sumenep,” katanya, Rabu (29/7/2020)

Langkah itu terbukti berhasil. Sebab, penetapan Sumenep sebagai zona merah Covid-19, justru menempati peringkat terakhir kedua di Jawa Timur setelah Sampang.

Saat Sumenep masih bertahan di zona hijau, Ferdiansyah menyadari, upaya tersebut akan bertahan jika dibarengi dengan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Namun kenyataan itu sangat sulit didapat.

Untuk mengantisipasinya, Pemkab Sumenep langsung menerbitkan SK bupati tentang pembentukan Satuan Gugus Tugas Percepatan Pengananan Covid-19 Sumenep.

Pada 24 April 2020, dinyatakan ada satu pasien asal Sumenep yang terinfeksi Covid-19. Sejak itulah, setiap hari terus terjadi penambahan kasus baru yang dibarengi dengan sejumlah pasien sembuh.

Per 28 Juli 2020,  akumulasi pasien terinfeksi Covid-19 di Sumenep sebanyak 211 orang. Sedangkan yang sembuh tercatat sudah 162 orang dengan kasus meninggal sebanyak 9 orang. Sehingga, yang masih dalam perawatan masih sebanyak 40 orang.

Dari 40 pasien terinfeksi Covid-19 tersebut, ada beberapa yang melakukan isolasi mandiri dan dirawat di rumah sakit serta gedung isolasi yang ditetapkan Pemkab Sumenep.

“Alhamdulillah pencegahan saat ini sedah mulai maksimal,” ujarnya.

Hasil pendataannya, pada akhir Juni hingga awal Juli 2020 lalu, telah disimpulkan sebagai puncak kasus infeksi Covid-19 di Sumenep. Sebab, saat ini sudah mengalami tren penurunan setiap hari.

Ditambah lagi tingkat kesembuhan pasien yang terus meningkat. Bahkan angkanya bisa mencapai 82,47 persen dan tingkat kematian hanya 4,12 persen.

Penanganan yang telah dilakukan juga layak disimpulkan cukup efektif setelah Sumenep meninggalkan zona merah dan munuju zona orange. Harapannya, tren tersebut semakin baik dan Sumenep dapat masuk zona kuning hingga hijau kembali.

Terkait zona hijau, sudah ada tiga kecamatan yang masuk, antara lain Dungkek, Batang-Batang dan Kecamatan Rubaru, ditambah sebagian wilayah kepulauan. Sebab, di Kecamatan Talango dan Arjasa menjadi orange.

Kecamtan yang masuk zona orange lainnya adalah Bluto dan selebihnya adalah zona kuning.

“Artinya di kecamatan-kecamatam sudah meninggalkan zona merah semua,” pungkasnya. (imd/waw)

 

Maksimalkan Kampung Tangguh dan Partisipasi Masyarakat

SUMENEP-Upaya pencegahan selanjutnya adalah memaksimalkan progam Kampung Tangguh. Tujuannya agar seluruh kalangan memahami bahwa Covid-19 bukan hanya masalah pemerintah tapi masalah bersama. Sehingga keselarasan komitmen antara pemerintah dengan masyarakat.

Dari sisi pemerintah, edukasi kepada masyarakat tentang pencegahannya rutin digelar, mulai tingkat kecamatan hingga desa-desa yang dibarengi keterlibatan relawan. Tim Gugus Tugas Covid-19 juga intens mengedukasi melalui platform digital dan media massa.

Edukasi mengenai keharusan patuh terhadarp protokol kesehatan anti-Covid-19 itu dinilai sangat efekti jika ada partisipasi dari masyarakat. Terlebih, menjalani protokol tersebut juga paling efektif membentengi mata rantai penularannya.

Jenis protokol kesehatan yang paling kerap disampaikan adalah terus menerapkan jaga jarak fisik dan rutin cuci tangan. Agar membentuk pola pikir baru di kehidupan masyarakat saat ini.

Program Kampung Tangguh yang diterapkan di Sumenep, menjadi yang terbaik ke-3 se-Jawa Timur. Sebab, minimal di satu desa harus ada satu tampung tangguh. Kini sudah terbentuk 334 kampung tangguh.

Setelah terbitnya SK Menteri Kkesehatan Nomor 413 Tahun 2020, pasien terinfeksi Covid-19 tanpa keluhan berat, bisa diberi izin untuk melakukan isolasi mandiri. Setelah keputusan itu resmi diberlakukan pada 13 Juli 2020, Satgas Covid-19 Sumenep langsung membuat pertemuan rutin setiap hari Kamis untuk saling koordinasi.

Dalam koordinasi soal penanganan Covid-19 itu, juga melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep. Dengan begitu, tahap demi tahap terus terpantau secara terpadu.

“Gugus Tugas Covid-19 bersama Pemkab Sumenep, sampai saat ini masih terus melakukan upaya penanggulangan, seperti rutin mengealkan cara memakai masker yang baik dan mencuci tangan yang benar,” tegas Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed