oleh

Tahun 2020 Tidak Ada Alokasi Bantuan Program Asuransi Nelayan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Para nelayan di Pamekasan tahun 2020 ini, dipastikan tidak akan menerima program bantuan asuransi nelayan. Hal itu, ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Perlindungan Nelayan Kecil  Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan, Bambang Budi Santoso, karena tahun ini tidak ada alokasi anggaran untuk program tersebut.

Menurut Bambang, program asuransi nelayan yang pada tahun 2019 lalu mengcover 915 nelayan, pos anggarannya berasal dari program dari pemerintah pusat melalui Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sedangkan Diskan Pamekasan menganggarkannya melalui Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sehingga, untuk tahun ini belum ada satu pun fasilitasi asuransi bagi nelayan di Pamekasan.

“Sementara dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan belum ada, sedangkan asuransi ini program dari pemerintah pusat,” paparny, Minggu (19/4/2020).

Program asuransi nelayan berupa fasilitas premi. Klaim atas premi didapatkan jika mengalami kecelakaan. Klaim asuransi yang diberikan, disesuaikan dengan kerusakan atau dampak kecelakaan yang terjadi. Program itu, ditujukan kepada nelayan agar hasil melautnya tetap terjamin untuk kebutuhannya.

Berdasar data yang telah dihimpun Kabar Madura, di Kabupaten Pamekasan terdapat sebanyak 14 ribu warga kehidupannya ditopang dari hasil melaut. Jumlah nelayan yang menjadi peserta asuransi nelayan pada tahun 2017  masih mencapai 10 ribu.

Namun di tahun 2018, program asuransi nelayan tersebut tidak ada alokasi anggaran, sehingga tidak ada satu pun yang mendapatkan asuransi nelayan.

Baru di tahun 2019 lalu, terdapat 951 nelayan yang mendapatkan fasilitas asuransi nelayan dari BPAN. Nah, tahun 2020 ini, tegas Bambang, tidak ada satupun nelayan yang mendapatkan asuransi nelayan dari program BPAN.

“Untuk penerimanya yang tidak tercover pada tahun 2017 baru mendapatkan pada tahun 2019 masuk,”ujarnya.

Sejatinya, asuransi nelayan bisa dilaksanakan secara mandiri oleh nelayan. Meskipun tahun ini tidak ada program pilihannya bantuan serupa dari BPAN, Bambang mengungkapkan, siap untuk memfasilitasi jika ada para nelayan yang ingin memprosesnya.

“Untuk yang mandiri seharusnya nelayan itu memprosesnya sendiri ke PT Jasindo Surabaya. Kami dinas siap memfasilitasi membantu para nelayan bagi yang ingin mengikuti asuransi mandiri,” tandasnya. (rul/bri/waw)

Komentar

News Feed