Tahun Baru, Bus AKAP/AKDP Masih Sepi Penumpang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) SEPI: Sedikitnya penumpang cukup mempengaruhi pendapatan sejumlah PO AKAP/AKDP di Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Sepinya suasana tahun baru 2021 cukup dirasakan oleh perusahaan otobus (PO) bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP). Jumlah penumpang kedatangan maupun keberangkatan di Terminal Wiraraja, Sumenep sangat merosot dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan selama 2020, rata-rata setiap bulannya hanya sekitar 400 penumpang.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Area Wiraraja Sumenep Handoko Imam Hanafi mengatakan, jika dibandingkan tahun sebelumnya, merosotnya hingga lebih separuh. Pada tahun sebelumnya, mencapai rata-rata 1000 penumpang dalam setiap bulannya.

Bacaan Lainnya

“Saat ini hanya 400. Bahkan, jika agak banyak hanya bertambah 50 penumpang,” katanya, Minggu (3/1/2020).

Penumpang AKAP dalam setiap harinya rata-rata sebanyak 80 hingga 100 lebih, untuk penumpang AKDP sekitar 150 hingga 160 penumpang dalam setiap harinya.

Saat ini, dari 20 unit bus AKAP, yang beroperasi hanya 10 unit. Untuk bus AKDP, dari 90 unit hanya 30 unit yang beroperasi. Sedangkan asal penumpang bus AKAP, rata-rata dipenuhi dari wilayah kepulauan Sumenep. Mereka mayoritas melakukan perjalanan ke Jakarta.

Dalam kondisi sepi akibat wabah Covid-19 ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan surat edaran baru. Terdapat aturan baru terkait batasan jumlah penumpang dalam moda transportasi umum maupun pribadi. Dalam SE Kemenhub Nomor 41 Tahun 2020 itu, batasan jumlah penumpang yang ditentukan yakni 50 persen dari jumlah kursi penumpang yang tersedia.

“Saat ini sangat diperketat lagi. Setelah penyebaran Covid-19 terus bertambah,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Agustiono Sulasno mengatakan, kembali beroperasi terminal belum membuat jumlah penumpang kembali normal. Tetapi dia mengakui bahwa peningkatan pemberangkatan bus.

Supir Bus AKAP Gunung Harta, Fattah mengakui kondisi sepinya penumpang itu. Untuk saat ini, masih sulit untuk mendapatkan penumpang, ditambah  adanya peraturan bahwa bus yang beroperasi hanya boleh mengangkut 50 persen penumpang dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia. Selain itu, masyarakat sendiri enggan untuk beraktivitas ke luar kota.

“Saat ini penumpang sepi, terkadang tidak sampai separuh dari kursi yang telah ada,” papar Fattah. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *