Tahun Depan, Sasaran Program KMB di Sumenep Diharapkan Bertambah

News41 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) terus menggalakkan program Kampung Moderasi Beragama (KMB). Namun khusus tahun ini, di Sumenep hanya menyasar tiga kantor urusan agama (KUA), yakni di Kecamatan Kota, Lenteng, dan Pragaan. 

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kemenag Sumenep Zainurrosi, sasaran ini menyesuaikan dengan kondisi masyarakatnya. Tiga kecamatan itu dinilai perlu disentuh program Kampung Moderasi Beragama lebih awal.

“Tiga KUA tersebut dinilai dari kondisi masyarakat yang ada, artinya sangat mendesak untuk menerapkan program itu,” katanya, Minggu (12/11/2023).

Dia menjelaskan, KUA yang lain juga akan tetap mendapatkan jatah program tersebut. Harapan , sasarannya program KMB di Sumenep pada tahun depan bisa meningkat. 

Baca Juga:  Sinergi Bersama Media, SKK Migas-KKK Jabanusa Bahas PPM untuk Dukung Ketahanan Energi

“Jika tiga KUA tahun ini sukses dan tidak ada kendala, maka tentu KUA yang lainnya bisa menerapkan itu,” tambahnya. 

Pembentukan KMB merupakan langkah untuk membangun perdamaian di tengah kemajemukan. Hal itu menjadi langkah positif untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, serta menjaga kerukunan dan keberagaman di tengah masyarakat. 

“Saat ini perlu bekerjasama dengan pihak desa masing-masing, agar program itu berjalan sesuai harapan,” tegas dia. 

Bukan hanya itu, kata Zainurrosi, kolaborasi dengan lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh-tokoh agama, dan masyarakat umum, perlu dilakukan agar memberi kekuatan dan keberlanjutan dalam mencapai tujuan program. 

Baca Juga:  Akibat Gunakan Visa Pelancong Ratusan PMI di Pamekasan Dideportasi

“Dengan adanya KMB, semoga masyarakat tidak saling bertengkar antar agama dan lainya,” tutur Zainurrosi. 

Sementara itu, Kepala KUA Kota Sumenep Moh. Afif mengutarakan, pihaknya saat ini masih dalam tahap persiapan melaksanakan program KMB. Menurutnya, desa yang dijadikan sasaran adalah Desa Pabian

“Karena di sana (Pabian) agama warga beragam, maka cocok untuk diterapkan Kampung Moderasi Beragama,” uujar ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Sumenep tersebut. 

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *