oleh

Tak Ada Kejelasan, Warga Keluhkan Pembuatan KIS

Kabarmadura.id/Sampang-Warga Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang mengeluhkan proses pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang tidak jelas kapan akan selesai. Hal itu disampaikan oleh Siti, yang mengurus pendaftaran KIS untuk adiknya yang menderita penyakit gondok. Ia menuturkan, saudaranya menderita penyakit gondok di leher, dan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, penyakitnya harus dioperasi agar tidak semakin parah.

“Kemarin tanggal 24 Agustus saat dilakukan pemeriksaan, penyakit gondok yang diderita adik saya harus dioperasi. Hanya saja saya tidak ada uang, sehingga harus membuat KIS agar mendapatkan pelayanan yang gratis,” tutur Siti melalui selulernya, Selasa (25/8/2020).

Namun sayangnya pembuatan KIS tidak bisa cepat. Ia mengaku sudah mendaftarkan KIS melalui saudara lelakinya, Aksan. Hal itu merupakan yang kedua kali setelah pada bulan Juli sudah mendaftar KIS namun tidak ada kejelasan. Ia harus menunggu dengan waktu yang tidak bisa ditentukan kapan akan selesai. Sebab, katanya yang melakukan percetakan pemerintah pusat.

“Hari ini (25/8) adik saya ngurus untuk buat KIS, tetapi katanya tidak bisa diambil sekarang, sehingga harus menuggu lagi, semoga saja penyakit adik saya sembuh sebelum KIS itu jadi,” imbuhnya.

Sementara itu Aksan membenarkan bahwa ia membuat KIS ke kantor BPJS, namun tiba di kantor BPJS diarahkan ke Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sampang. Sebab, kantor BPJS hanya melayani pembuatan kartu BPJS mandiri.

” aya mengurus pembuatan KIS Mbak Saya ke Kantor BPJS, tetapi dari sana diarahkan ke Dinsos. Sebab saya memang tidak tahu sama sekali, mekanisme pembuatan KIS ini,” cetusnya.

Yang mengecewakan, ia tidak mendapatkan kepastian kapan akan mendapatkan KIS tersebut. Padahal, KIS itu dibutuhkan untuk pengobatan saudaranya yang harus dioperasi. Dengan ini ia berharap pada pemerintah agar segera dipastikan, berapa lama waktu percetakan dari proses pengurusan tersebut.

“Sekarang sudah diproses, tapi kapan yang akan dicetak tidak tahu, sebab kewenangan untuk mencetak ini dari pusat,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial Dinsos Sampang M. Nashrun, melalui stafnya Sugi menuturkan, pembuatan KIS ini butuh waktu yang cukup lama. Sebab, nanti data tersebut setelah lengkap diajukan ke Kementrian Sosial (Kemensos) untuk dibuatkan Surat Keputusan (SK) sebagai penerima KIS, kemudian dari Kemenskes diajukan ke kantor BPJS untuk dilakukan percetakan.

Selain itu ia menuturkan, proses pembuatannya itu, masyarakat harus datang ke Dinsos, karena yang mengajukan data itu ke kemensos melalui Dinsos Kabupaten, jadi pemohon tidak harus datang ke Kantor BPJS.

“Proses cetaknya itu tidak bisa ditentukan, sabab nanti masih diajukan ke Kemenkes untuk diajukan ke kantor BPJS,” jelasnya. (mal/pai)

Komentar

News Feed