Tak Digunakan Selama Pandemi, Lima Ruangan SDN 2 Kemayoran Bangkalan Rusak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BERBAHAYA: Seorang guru ketika berada di sekitar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kemayoran 2 Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Lima ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kemayoran 2 Bangkalan rusak. Kerusakan itu terjadi, akibat tidak dimanfaatkannya selama pandemi Covid-19. Sehingga kayu atap mulai rapuh lantaran dimakan rayap. Pada dasarnya sudah memperbaiki kerusakan melalui biaya operasional sekolah (BOS). 

Hanya saja, hasil perbaikannya tidak maksimal. Sehingga penambahan ruang kelas baru (RKB) menjadi solusi utama dan opsi agar kegiatan belajar dan mengajar (KBM) berjalan lancar. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah (Kasek) SDN 2 Kemayoran Bangkalan Hoi’ah, Minggu (10/10/2021). 

Menurutnya, kondisi bangunan sebagian besar mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh gerogotan rayap selama tidak dilakukan pembelajaran. Kondisi itu diketahui,  setelah ada keputusan pembelajaran tatap muka. Saat itu, beberapa kayu jatuh. Sehingga sempat memanggil tukang untuk memperbaiki dan mengecek kerusakannya.

“Sudah saya coba perbaiki pakai dana perawatan, tapi kata tukangnya kerusakan sudah parah, tidak bisa diperbaiki,” ujarnya. 

Lima kerusakan bangunan terdiri dari dari 3 ruang belajar, 1 ruang guru, dan 1 ruang kasek. Kondisinya, kayu pada bangunan yang tersambung sudah hampir habis dimakan rayap. Sehingga memang harus mengajukan pembangunan RKB. “Kalau rusaknya parah, tidak bisa mengandalkan dana BOS, makanya saya ingin mengajukan pembangunan RKB,” tuturnya.

Pihaknya berjanji, akan mengajukan pembangunan RKB baru ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan. Sehingga bisa menerima bantuan dan memanfaatkannya di tahun 2022 melalui dana alokasi khusus (DAK). “Kami sudah siapkan pengajuan RKB, semoga nanti bisa mendapatkan anggaran itu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Bangkalan Dewi Ega menyampaikan, sekolah manapun diperbolehkan mengajukan perbaikan dan usulan untuk mendapatkan DAK. Namun untuk keputusannya,  tetap di Kementerian. “Ajukan saja, nanti yang memeriksa kesesuaian data akan langsung di cek di data pokok pendidikan (Dapodik),” responnya. 

Jika memang merasa kerusakan tersebut sudah berat, maka boleh dikonsultasikan dengan koordinator wilayah. Sehingga nanti bisa dibantu solusinya. Sebab mengenai kondisi rusak ringan, sedang, atau berat kadang tidak sama. “Nanti akan coba dikoordinasikan dengan korwilnya, pengajuannya disiapkan,” tegasnya. 

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *