Tak Kuat Menunggu, CJH di Sumenep Daftar Umrah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BERSABAR: Jamaah haji harus menunggu antrian 31 tahun untuk berangkat.

KABARMADURA.ID, Sumenep -Setelah Kementerian Agama RI mengumumkan perjalanan ibadah umrah kembali dibuka oleh pihak Kerajaan Arab Saudi, setelah lama ditutup lantaran mewabahnya Covid-19, maka sebagian calon jamaah haji (CJH) menarik sebagian uangnya.

Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kemenag Sumenep A. Rifa’i Hasyim mengatakan, meskipun setiap hari tetap ada yang melakukan pendaftaran haji, tetapi tidak sedikit juga yang mengambil kembali. Bahkan, ada yang mendaftar sebagai jamaah umrah.

Bacaan Lainnya

“Bicara terkait itu, setiap hari ada CJH menarik uangnya, juga yang beralih mendaftar sebagai peserta umrah,” katanya, Senin (16/11/2020).

Dia melanjutkan, untuk jumlah memang tidak banyak. Hanya sekitar satu dan paling banyak tiga orang setiap harinya. Sebab, untuk perangkatan CJH sendiri secara otomatis mengalami pergeseran, terhitung yang harus berangkat tahun ini mesti berangkat tahun yang akan datang.

Hasyim memperkirakan, ada sekitar 31 tahunan lama antrian haji, tetapi hal itu menurutnya tidak membunuh semangat masyarakat mendaftar sebagai jamaah haji, dan tidak memperhitungkan kalkulasi usianya.

“Secara umur beragam; ada yang muda, sedang, dan terdapat pula yang sudah di atas 50 tahun. Itu tidak bisa diprediksi apakah sampai atau tidak. Sebab, untuk lama penantian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak,” terangnya.

Selain itu, mantan Kasi Pendma Sumenep ini menjelaskan, sementara untuk pelaksanaan umrah pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Yakni, dengan pihak travel. Itu terkait protokol kesehatan (prokes) yang harus dipatuhi oleh jamaah umrah nantinya.

“Seluruh biro travel yang ada wajib mematuhi prokes covid-19. Sebab jika itu diabaikan, bisa jadi jamaah gagal diberangkatkan, karena itu sudah masuk aturan wajib Indonesia dan Arab Saudi,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu jamaah yang mendaftar menjadi jamaah haji, secara otomatis harus menunggu antrian. Apalagi jika masih ditunda-tunda, maka berdampak lebih lama lagi.

“Kalau tidak mendaftar, berarti kita menunggu lagi ke tahun selanjutnya, ya sudah bismillah semoga bisa naik haji nanti,” kata Imam Syafi’i yang kebetulan mendaftar di Kemenag Sumenep. (ara/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *