Tak Kunjung Dibangun, DPRD Sumenep Pertanyakan Pengadaan Kontainer

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LAMBAN: Pengadaan kontainer yang direncanakan tahun 2020 lalu sampai saat ini tak kunjung terwujud.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Rencana pengadaan kontainer di Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi sangat lamban. Padahal, rencana tersebut sejak tahun 2020 lalu. Sehingga, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep mempertanyakan persoalan itu.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M Ramzi mengatakan, pengadaan kontainer di Desa Tanah Merah menjadi persoalan. Sebab, dengan lambatnya pengadaan akan menjadikan sampah terus bertebaran. “Kenapa kok sampai saat ini belum diadakan padahal kontainernya sudah ada,” katanya, Minggu (10/01/2020)

Bacaan Lainnya

Dia menegaskan, saat ini sudah musim hujan. Jika di Desa Tanah Merah terus menjadi tempat pembuangan sampah. maka akan berpotensi banjir. Seperti di perkotaan yang saat ini menjadi langganan banjir. “Harus ada keseriusan OPD dalam pengadaan kontainer,” ucapnya.

Ditegaskannya jika tidak ada alasan lagi bagi OPD untuk menunda. Sebab, kontainernya sudah ada. Sehingga ia meminta agar lebih serius dalam menjalankan program.

“Jika hingga akhir Januari 2021 tidak ada progres. Maka, DPRD akan bertindak tegas, bagaimana hal tersebut terealisasi,” paparnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Limbah, serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Sumenep Agus Salam mengatakan, sampai saat ini masih menunggu persetujuan Camat Saronggi dan Kepala Desa Tanah Merah untuk pengadaan kontainer sampah. Menurutnya akan dibangun landasan dulu. Tetapi, hingga saat ini belum ada kejelasan. “Sampai saat ini masih belum ada landasan dari pihak camat ataupun kepala sesa,” tandasnya.

Menanggapi hal itu Camat Saronggi Moh. Hanafi mengatakan,hingga saat ini masih belum ada landasan dari kepala desa. Sehingga, peletakan kontainer tidak diletakkan. Menurutnya, sampah tersebut merupakan kenakalan masyarakat yang membuang sampah. Padahal, sudah dikasih tulisan larangan buang sampah. Tetapi, masyarakat masih mokong, bahkan, menurutnya bukan hanya warga Saronggi yang mebuang sampah itu. Tetapi, orang luar Saronggi.

“Mengenai diletakkan kontainer sehingga tidak bau silahkan tanya pada kepala desa. Jangan hanya camat yang disorot,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Desa Tanah Merah Wawan mengatakan, dirinya akan segera membuat landasan. Sehingga, kontainer dapat didatangkan oleh pihak DLH. “Masih butuh proses dalam waktu dekat, akan diperjuangkan,” pungkasnya (imd/mam)

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *