oleh

Tak Laksanakan RAT, 55 Persen Koperasi di Pamekasan Mandek

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM) Pamekasan, mencatat 55 persen dari 667 koperasi yang ada di wilayah setempat tidak beroperasi maksimal. Hal itu dapat dilihat dari tidak adanya rapat anggota tahunan (RAT) yang menjadi kewajiban koperasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskop UMKM Pamekasan Abdul Fata mengatakan, dari data koperasi yang terdaftar di instansinya, sebanyak 55 persen tidak bisa menjalankan unit usaha dengan maksimal.

Dia menjelelaskan, selama ini pihaknya sudah berupaya maksimal untuk memberikan arahan dalam pemberdayaan koperasi yang mandek itu. Namun demikian, pihaknya mengakui, hasil dari upaya itu belum optimal.

Oleh karena itu, pihaknya menilai perlu adanya revitalisasi koperasi agar bisa efektif dalam mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Nanti ada revitalisasi untuk menyentuh koperasi yang tidak aktif,” ungkapnya, Selasa (6/10/2020).

Fatah juga menjabarkan, banyak koperasi yang tidak aktif, karena adanya koperasi program  pada tahun 2009 hingga tahun 2011 dari Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur.

Dirinya mengklaim, koperasi yang tidak aktif didominasi dari program tersebut. Sebab keberadaan koperasi diakui tanpa keinginan para anggotanya.

“Masing-masing desa diminta mengajukan koperasi, nah koperasi program itu kan atas inisiatif pemerintah, bukan atas keinginan mereka, ini yang bermasalah,” klaimnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkitasn Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam, mendesak Diskop UMKM Pamekasan untuk melakukan pembinaan secara ekstra terhadap koperasi yang ada.

Pasalnya lanjut dia, koperasi merupakan penunjang yang sangat tepat untuk mengangkat perekomian masyarakat, khususnya para anggota koperasi.

“Kami minta Diskop untuk proaktif menertibkan dan mengorganisasikan koperasi ini dengan baik agar bisa berdaya guna menjadi lokomutif perekomian masyarakat Pamekasan,” pungkasnya. (rul/pin)

Komentar

News Feed