Tak Lakukan Uji KIR, 5.112 Kendaraan Terancam Disita

  • Bagikan
(KM/IMAM MAHDI) BERGEGAS : Masyarakat sedang melakukan Uji Kir di kantor UPT pengujian kendaraan bermotor di Jalan Raya Lenteng, Kecamatan Batuan Sumenep

Kabarmadura.id/SUMENEP-Sebanyak 5.112 kendaraan di Sumenep terancam disita oleh petugas di lapangan, lantaran tidak melakukan uji KIR atau uji kendaraan bermotor karena dinilai tidak laik jalan.

Di Sumenep sendiri terdapat 6.880 kendaraan angkot yang wajib uji KIR. Dari 6.880 kendaraan angkot tersebut, hanya 1.768 kendaraan saja yang patuh melakukan uji KIR.

“Jadi kendaraan angkot, baik barang, dan lakn sebagainya yang tidak melakukan KIR ada 5.112 kendaraan,” kata Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Semenep Novel.

Menurutnya, selain terancam disita, bagi kendaraan yang tidak melakukan uji KIR juga dikenakan denda secara finansial sebesar Rp15 ribu. Di samping itu, kendaraan yang tidak melakukan uji KIR juga bisa ditilang oleh pihak kepolisian.

Meski masih banyak yang tidak melakukan uji KIR, pihak UPT PKB terus menghimbau melalui pelayanan pesan Gateway yang ditujukan secara otomais kepada para pemilik kendaraan angkot untuk mengingatkan agar melakukan kewajibanya untuk uji KIR.

“Setiap enam bulan, kami juga mengirimkan surat pemberitahuan pengujian KIR kepada pemilik kendaraan tersebut,” ujarnya.

Jika imbauan untuk melakukan uji KIR tidak digubris, kemudian pihaknya menyerahkan data kendaraan yang tidak melakukan uji KIR ke bidang lain untuk dilakukan operasi ke lapangan. Jika ditemukan kensaraan tidak melakukan uji KIR, maka petugas di lapangan bisa menyita kendaraan tersebut.

“Pentingnya melakukan uji KIR kendaraan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dan memberikan kenyamanan kepada penumpang dan pengemudi,” tegasnya.

Dipaparkan Novel, uji KIR wajib untuk mobil berpenumpang umum, bus, mobil barang, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang dioperasikan di jalan. Hal tersebut tertuan dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 53 ayat 1. Lalu pada ayat 2, pengujian berkala tersebut meliputi kegiatan pemeriksaan dan pengujian fisik, serta pengesahan hasil uji. (imd/pai)

Baca juga  Rofiqi Tanzil Komitmen Tularkan Nilai-Nilai Demokrasi Sejak Dini
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan