Tak Semua Korban Laka Lantas Peroleh Santunan

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sampang-Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Sampang, mencatat angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah setempat selama beberapa tahun terakhir relatif masih tinggi. Kendati demikian, tidak semua korban laka lantas bisa memperoleh santunan kecelakaan berupa jasa raharja.

Beradasarkan data yang dihimpun Kabar Madura, pada tahun 2018 terjadi sebanyak 112 laka lantas, dengan rincian meninggal dunia (MD) 76 orang,  luka berat (LB) 7 orang dan luka ringan (LR) 132 orang.

Sementara, pada tahun 2019 sampai bulan Agustus ini sudah terjadi sebanyak 80 laka, dengan rincian MD sebanyak 51 orang, LB 5 orang dan LR sekitar 80 orang. Hal itu disebabkan berbagai hal, meliputi kondisi jalan yang bergelombang serta minimnya penerangan jalan ketika malam hari.

Kendati angka laka lantas tehitung tinggi, namun Kepala Unit (Kanit) Laka Lantas Polres Sampang Ibda Puji Eko Waluyo mengklaim, kejadian laka lantas di wilayahnya relatif sudah menurun.

Kata Puji (sapaan akrabnya), di Sampang terdapat dua kecamatan yang sangat rawan terjadi kecelakaan, yakni Kecamatan Camplong dan Jrengik, sedangkan kecamatan lainya relatif rendah. Untuk itu, pihaknya terus melakukan upaya dengan melaksanakan patrol rutin, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan laka.

Ia menjelaskan, tidak semua kejadian laka itu mendapat jasa raharja, karena harus memenuhi berbagai ketentuan dan kriteria, meliputi kecelakaan di jalan raya dengan mengendarai kendaraan, dipastikan ada lawannya, artinya bukan kecelakaan tunggal.

“Tidak semua korban laka di jalan ini mendapatkan jasa Raharja, ada ketentuannya tersendiri dan persyaratan yang harus terpenuhi,” ungkapnya, Kamis (29/8).

Dikonfirmasi secara terpisah, penanggung jawab Jasa Raharja Kabupaten Sampang M. Fajar Pradana menjelaskan, korban laka yang bisa mendapatkan jasa raharja tersebut, yakni ada kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan atau lebih, serta harus dilengkapi dengan laporan dari pihak kepolisian yang menerangkan terjadi laka.

Untuk korban laka yang luka berat dibuatkan surat jaminan ke rumah sakit, jika nanti pasiennya pulang, maka biayanya ditanggung oleh jasa raharja sampai dengan batas maksimal biaya perawatan Rp20 juta, akan tetapi disesuaikan dengan biaya pengobatan yang dikeluarkan.

Sementara untuk korban laka yang meninggal dunia saat kecelakaan, maka besaran santunan yang diberikan oleh jasa raharja mencapai Rp50 juta, dan tidak menanggung santunan kecelakaan tunggal.

“Persyaratan mendapatkan jasa raharja untuk korban laka yang meninggal dunia, meliputi foto copy KTP, ahli waris, surat keterangan kematian dan bukti pendukung lainnya serta dipastikan kendaraan yang digunakan memiliki surat-suratnya lengkap yang pajaknya hidup,” terangnya. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *