Takaran Beras BPNT di Sampang Terindikasi Dikurangi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) JANGGAL: Warga keluhkan beras bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Patarongan Kecamatan Torjun Kabupaten Bangkalan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Patarongan Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang terindikasi janggal. Beras yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) tidak sesuai takaran yakni 10 kilogram. Kondisi itu diketahui, setelah dilakukan penimbangan ulang.

“Beras dalam satu karung bertuliskan 10 kilogram itu ternyata hanya berisi 8 hingga 9 kilogram. Padahal bantuan ini jelas hak masyarakat,” ujar warga setempat Rosadi, Senin (10/5/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pengambilan berasu dilakukan di e-warung yang ada di Desa Patarongan. Selain tidak sesuai takaran, kualitas beras tidak layak dikonsumsi. Pihaknya meminta kepada kepala desa (kades) dan pendamping BPNT untuk mempertanggung jawabkan hal tersebut. Bahkan, harus diberikan sanksi.

“Karena ini mutlak hak masyarakat. Pemilik e-warung, pendamping dan kades harus mempertanggung jawabkan hal ini, karena ini sudah jelas ada pemotongan,” tegasnya.

Sementara itu, Pendamping BPNT Desa Patarongan Isnan membenarkan dugaan pemotongan dan kualitas beras tidak layak konsumsi. Bahkan, sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial (Dinsos). Hanya saja, belum ada tindakan. Disinggung mengenai harga beras, pihaknya enggan merespon dengan dalih sudah melaporkan ke dinas terkait.

“Memang iya kalau kualitas beras, saya saja tidak sepakat karena memang jelek. Dan sudah bilang ke e-warung. Bahkan, terkait hal ini sudah saya sampaikan ke kadis,” tukasnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *