oleh

Taman Tanean Suramadu Milik BPWS Dinilai Hasil Serobot

Kabarmadura.id/BANGKALAN– Lahan pengembangan taman Tanean Suramadu milik Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dituding hasil serobotan.

Proyek yang baru digarap itu mendapat protes keras dari sejumlah ahli waris yang memiliki  tanah di  kaki Suramadu ujung utara, Desa Pangpong, Labang, Bangkalan tersebut. Salah satunya adalah Matlahan.

Divo Kurniawan Kayadi, kuasa hukum Matlahan menyampaikan bahwa pihak keluarga ahli waris sudah sering protes kepada BPWS. Namun  tidak pernah direspon sampai lokasi tanah miliknya  menjadi Tanean Suramadu.

“Protes sudah sering, lantaran  tidak ada kejelasan dari pihak BPWS, para ahli waris mengadukan hal itu ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan kemarin,” terangnya.

Dikatakan Divo, lima orang selaku ahli waris dari almarhum Matlahan Bin Lajem  tidak pernah melakukan transaksi jual beli dengan pihak mana pun.  Selain itu, ahli waris  mengaku tidak pernah menerima uang sama  sama sekali dari siapa pun.

Namun ahli waris terkejut ketika  tiba-tiba  tanahnya dibangun taman oleh pihak BPWS. Saat ini, tanah tersebut sudah berdiri bangunan yang dikuasai oleh BPWS, serta sudah dibangun taman yang begitu luas.

“Ahli waris sering protes kepada pihak BPWS  namun tidak menemukan hasil, sampai tanah tersebut  diberi   papan nama,  namun ironisnya  ketika papan naman ditancapkan di pagi hari, tidak lama dari  pemasangan malam harinya papan tersebut sudah hilang,”  tuturnya.

Ditambahkan Divo, luas tanah yang diserobot kurang lebih sekitar 1700 meter persegi,  sekarang tanah itu   dijadikan taman Tanean Suramadu.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Infrastruktur BPN Bangkalan, Erik Mella Hosta berjanji akan mempelajari terlebih dahulu perihal sengketa tanah yang diadukan pihak ahli waris. Pihaknya belum bisa berkomentar lebih jauh terkait dengan sengkata tanah tersebut.

Dirinya mengaku belum mengetahui lokasi  tanah yang disengketakan. Maka dari itu, masih ingin memantau langsung dan akan melibatkan sejumlah pihak.

“Makanya itu kami minta lokasinya untuk dipelajari dulu. Yang pasti karena BPWS sudah melakukan pengadaan tanah, terus di sertifikasi bisa jadi pernah mengajukan,” tutup Erik.

Terpisah, Bidang Informasi dan Pengendalian BPWS Edy Slamet Budy  saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya  mengaku belum mengetahui perihal gugatan soal tanah yang sudah dibangun taman tanean di area Suramadu.

“Saya belum tahu akan hal itu mas nanti saya konfirmasi soalnya saya sedang mengemudi,” ucap Edy dengan singkat. (sae/mam/waw).

Komentar

News Feed