oleh

Tambak Ilegal Pernah Ditutup Paksa

Satpol PP Masih Minta Masyarakat Bergerak

Kabarmadura.id/SUMENEP-Tambak ilegal yang tetap beroperasi di Desa Romben Barat, Kecamatan Dungkek sudah pernah ditutup oleh Satpol PP pada tahun 2017. Hingga kini tambak tersebut diduga belum juga mengantongi izin tetapi tetap saja beroperasi.

Anehnya, Satpol PP Sumenep masih saja meminta masyarakat setempat untuk bergerak, terutama aparat desa. Padahal sebelumnya sudah pernah ditutup.

“Begini ya, membuat laporan kepada Satpol PP (tentang, red) gangguan ketentraman, tetapi tidak hanya satu orang. Namanya masyarakat harus (banyak, red). Siapa yang bertanggung jawab atas pelaporan itu, tetapi di lampiran ada tanda tangan masyarakat,” kaya Fajar Santoto saat ditemui, Rabu (15/5).

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Sumenep ini masih mau melakun investigasi kenapa tidak mengurus izin. Pihaknya tidak akan serta merta menutup tambak tersebut, namun akan diarahkan untuk mengurus izin.

Jika arahan dari Satpol PP tidak diindahkan, lanjutnya, maka akan diberi surat teguran pertama, berikutnya teguran kedua dan ketiga kalinya adalah surat peringatan. Apabila sampai tahap peringatan masih belum digubris maka akan melakukan penutupan terhadap tambak.

Menurut Fajar, jika ada masalah seperti itu seharusnya aparat desa mengambil tindakan tegas, baik langsung ditertibkan atau dilaporkan ke pihak ketentraman dan ketertiban masyarakat tingkat kecamatan, Trantibum tingkat kecamatan ini adalah asuhan Satpol PP Sumenep, karena memang sudah tugasnya.

Sebelumnya, salah satu masyarakat Romben Barat Ali Faidi mengungkapkan bahwa tambak tesebut banyak mengganggu fasilitas umum, diantaranya adalah banyaknya ceceran oli yang dikeluarkan oleh mesin tambak di jalan desa. Selain itu, tambak tersebut juga melakukan reklamasi yang jelas-jelas tidak boleh secara hukum, juga merugikan para nelayan.

Faidi menjelaskan lebih lanjut bahwa pada tahun 2017 tambak yang dipastikan tidak memiliki izin oleh pihak perizinan tersebut sudah pernah ditutup  oleh Satpol PP. Akan tetapi, pihak pengelola tambak tetap menjalankan aktivitas tambak lagi selang beberapa hari setelah ditutup. (mad/rei)

Komentar

News Feed