oleh

Tambang Ilegal Tidak Ditindak, Diduga Ada Aliran Uang Pelicin ke APH

KABARMADURA.ID, Bangkalan -Untuk memuluskan bisnisnya, diduga ada aliran uang liar dari tambang galian C ke aparat penegak hukum (APH). Sementara, penambangan tersebut diperkirakan ilegal dan merusak lingkungan. di Bangkalan, tambang-tambang tersebut juga menyebabkan krisis air bersih.

Sayangnya belum ada tindakan tegas dari pemerintah daerah mau APH kepada pemilik tambang ilegal dengan dalih sudah jadi kewenangan pemerintah provinsi.

Bahkan beredar kabar bahwa pemilik tambang harus mengeluarkan puluhan juta rupiah setiap bulannya untuk diberikan ke APH. Uang yang disetorkan itu juga dianggap sebagai jaminan pengamanan agar bisnis galian C tersebut tidak ditutup.

Kepala Bidang (Kabid) Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Moh Syahrul mengatakan,tidak adanya tindakan tegas dari pemerintah kepada pemilik tambang, karena para pemilik tambang ilegal itu sudah menyetorkan uang pengamanan kepada pihak APH.

“Coba kamu datang dan tanyakan ke pemilik tambang yang ada di Desa Jeddih Kecamatan Socah itu, kenapa tambangnya tidak ditutup, pasti dia bilang kalau dia sudah menyetorkan uang ke polisi dan uang itu sebagai jaminan agar tidak disetop,” kata dia melalui sambungan via telepon, Rabu (14/10/2020).

Syahrul menambahkan, sejak dinas pertambangan dihapus, Pemkab Bangkalan tidak punya kewenangan terkait perizinan tambang tersebut. Semua izin langsung diambilalih Provinsi Jawa Timur. Dia berharap agar pemilik tambang mengurus izin supaya bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD).

“Semoga kedepannya di Bangkalan semakin banyak investor yang masuk,” dalihnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan Anang Yulianto menyebut, sedikitnya ada 21 titik tambang galian C yang sudah punya dokumen lingkungan. Tapi meskipun sudah ada dokumen lingkungan, belum dipastikan tambang tersebut memiliki izin lengkap.

“Itu yang terdaftar di kami. Tapi yang 21 itu belum tentu memiliki izin. Kami berharap agar pengusaha tambang galian C tidak sembarangan menambang, agar tidak merusak lingkungan. Kalau sudah ditambang, bekasnya itu harus ditutup dan kalau bisa ditanami pohon, biar tidak jadi lahan kering,” pintanya. (km57/waw)

 

Komentar

News Feed