Tanaman Padi Rusak Akibat Angin Kencang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOK) TERHAMBAT: Ketersediaan lumbung pangan hanya ada 2 desa yang akan mendapatkan bantuan.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Moh. Sukron (51), seorang petani asal Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan mengutarakan, tanaman padinya rusak sejak sepekan yang lalu. Sebab, tidak bisa menahan terpaan angin kencang. Tanaman padi di dua lahan miliknya roboh.

Padahal, kata Sukron, buahnya cukup lebat. Saking lebatnya, ketika ada angin kencang, batang padi tidak kuat menahan. Dua lahan rusak semua dan tidak bisa diharapkan.

”Pertumbuhan padi lumayan bagus. Sayang, angin terus menghantuinya,” kata Syukron dengan raut wajah sedi, Rabu (13/3).

Pihaknya mengaku sudah mengusahakan perbaikan tanaman padi yang roboh. Yakni, batangnya diikat dengan batang yang lain agar bulir padi tidak bercampur dengan air. Itu agar tanaman padi bisa terhindar dari gagal panen.

Selama ini, pihaknya mengaku belum menerima bantuan dari pemkab. Misalnya, cara menanggulangi tanaman padi yang roboh agar tidak gagal panen. Atau jenis pelatihan lain yang dikira baik.

“Kayaknya selama ini Pemkab Pamekasan belum melakukan pendataan luas lahan padi yang rusak diterpa angin kencang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distan PHP) Pamekasan Achmad Suaidi mengakui belum mengetahui secara pasti kerusakan tanaman padi di desa tersebut.

“Kami di sini masih belum tahu,” katanya.

Pihaknya juga belum melakukan pendataan lahan padi yang rusak akibat angin kencang itu. Suaidi berjanji akan menelusuri peristiwa tersebut ke kelompok tani guna dievaluasi.

“Insya Allah kami cek ke lokasi untuk memastikan kerusakan tanaman padi akibat angin itu,” paparnya.

Diterangkan, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kerusakan pada tanaman padi. Selain angin kencang, faktor kelebihan pupuk urea serta genetik sangat mungkin terjadi. Apalagi menjelang panen.

“Biasanya, jika kerusakan karena angin kencang, petani bisa menangani sendiri,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik menyampaikan, petani padi saat ini harus meraup penghasilan yang banyak. Sebab, itu bagian dari makanan pokok yang harus diperjuangkan. Pemerintah harus sigap dalam mengantisipasi petani padi yang mengalami perubahan nasib alias kekurangan makanan.

“Petani harus tangguh dan sabar, sedangkan pemerintah harus jeli,” pintanya. (km45/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *