Tangani Longsor Menunggu Pelantikan Bupati Baru

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) LAMBAT: Longsor di Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan, Sumenep hingga saat ini tidak dapat tertangani karena tidak adanya anggaran.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Longsor yang terjadi pada Rabu (16/12/2020) di Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, belum tertangani. Longsong yang memutus akses jalan itu, mengakibatkan masyarakat masih kesulitan dalam melewati akses jalan tersebut.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd Rahman mengakui belum ada perbaikan untuk menangani longsor tersebut. Alasannya karena terkendala belum adanya anggaran.

Bacaan Lainnya

Sehingga dia berdalih harus menunggu pelantikan bupati baru agar mereka bisa diberikan bantuan. Sebab, cairnya anggaran butuh tanda tangan bupati.

“Kami sudah usulkan anggaran untuk longsor. Nilainya kurang lebih Rp100 juta. Tentunya, harus menunggu bupati baru terkabul tipdaknya,” katanya, Rabu (6/1/2021).

Sejauh ini, akses jalan tertutup serta tanggul tidak dapat kembali normal. Salah satu upaya saat ini hanya memberikan bantuan glangsing agar air tertutup dan tidak meluap lagi.

“Yang penting air tidak dapat meluap ke daerah longsor. Untuk sementara aman,” tukasnya.

Menurutnya, yang membuat longsor adalah karena saluran pembuangan airnya tidak baik. Sehingga tersumbat, dan pada waktu air, banyak maka sampah-sampah menyebar hingga menutup lubang.

Diketahui, longsor terjadi pada Rabu (16/12/2020) sekira pukul 13.00 hingga 16.00 sore. Sebelumnya terjadi hujan sangat deras di wilayah itu. Longsong menutup beberapa titik akses jalan desa. Akses jalan yangtertutup berada di Dusun Bangsoka, Dusun Berkongan, Dusun Delima, Dusun Tanunggul.

BPBD Sumenep juga menyebut wilayahKecamatan Pasongsongan, Rubaru dan Guluk-Guluk rawan longsor dan banjir. Sedangkan wilayah yang potensian banjir di Kecamatan Lenteng, Batuan dan Saronggi.

“Kami sudah menghitung kerugian yang dapat menangani tanggul yang jebol itu. Tetapi, memang harus menunggu bupati baru,” ujar dia.

Sebelumnya, Kepala bidang (Kabid) Teknik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumenep Agus Adi Hidayat mengatakan telah memeriksa lokasi bersama BPBD. Sebab, pada daerah yang longsor juga menjadi tanggung jawab dinasnya.

“Di Dusun Tanunggul Desa Montorna jalan rusak sepanjang 30 meter saat ini masih belum diperbaiki. Termasuk tanggul,” ujar dia. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *