Tanggapi Imbauan MUI Jatim, Bupati: Saya Tetap Terapkan Ideologi Pancasila

  • Whatsapp
KM/FA'IN NADOFATUL M. RELIGIUS: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron

KAbarmadura.id/Bangkalan– Adanya imbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur agar para pejabat tidak mengucapkan salam dari agama lain, mendapatkan tanggapan dari Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Menurutnya, meskipun ada imbauan tersebut, dirinya akan tetap menerapkan ideologi pancasila. Di mana menurutnya, selama berketuhanan tidak masalah mengucapkan salam dari agama lain.

“Negara kita kan berasaskan pancasila. Jadi selama itu saya akan tetap menggunakan ideologi pancasila,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia terdiri dari berbagai budaya dan agama. Sehingga, masih menurut orang nomer satu di Bangkalan ini, tidak ada salahnya jika seorang pejabat mengatakan salam dari berbagai agama.

“Ini kan juga sebagai bentuk menghargai atau toleransi terhadap agama maupun budaya lain,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, sebagai pejabt daerah dan pimpinan tertinggi haruslah bisa menjaga keutuhan tanpa mendiskriminisasi agama lain. Jangan sampai menyinggung agama lain hanya dengan mengucapkan satu salam saja.

“Jangan sampai dengan imbauan tersebut dapat menyinggung agama atau budaya lainnya,” pungkasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya, MUI Jatim melalui Ketua MUI Jatim, KH. Abdusshomad Buchori menyampaikan butir tausiyah atau pokok pikiran MUI Jatim. Di mana dalam tausiyah tersebut dinyatakan larangan bagi pejabat untuk mengucapkan salam lintas agama.

MUI Jatim menyerukan umat Islam dan para pejabat muslim cukup mengucapkan salam pembuka khas dalam Islam yakni kalimat “Assalaamu’alaikum. Wr. Wb.” tanpa mengucapkan salam pembuka dalam agama lain semisal Syaloom, Om swasti astu, Namo buddaya yang lazim diucapkan di awal sambutan. (ina/pai)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *