Tanpa Bantuan Bibit, Minat Menanam Petani Lesu

  • Whatsapp
KURANG BERGAIRAH: Minat petani untuk menanam jagung di Kabupaten Sampang terancam lesu, karena Dispertan Sampang memastikan, tidak ada bantuan bibit tahun ini.

Kabarmadura.id – Tahun ini, kesempatan para petani di Kabupaten Sampang untuk mendapatkan bantuan bibit jagung kian sulit. Sebab Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang memastikan, tidak ada bantuan bibit jagung. Akibatnya, minat petani untuk menanam jagung dengan varietas unggulan  terancam menyusut dan lesu, karena petani harus memenuhi kebutuhan bibit secara mandiri.

Kepala Dispertan Sampang Hary Suyanto yang dikonfirmasi melalui Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Suyono berujar, penyaluran bantuan bibit jagung hanya fokus di daerah yang memenuhi persyaratan, yakni perluasan area tanaman baru (PATB), ketersedian lahan bekas tambang dan perkebunan. Sedang di Kota Bahari, tidak memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan bibit tersebut.

Menurut dia, akibat tidak adanya bantuan bibit jagung itu, petani harus memenuhi kebutuhan bibit secara mandiri. Sebab tahun ini, tidak ada bantuan bibit jagung yang disediakan oleh pemerintah. Dengan demikian, minat petani untuk bercocok tanam terancam lesu.

“Tahun ini, tidak ada bantuan bibit jagung. Maka petani harus berusaha sendiri mendapatkan bibit jagung yang berkualitas dan bisa menanam jagung varietas lokal,” ujar Suyono kepada Kabar Madura.

Dikatakan Suyono, bantuan bibit sejatinya hanya sebagai stimulus agar petani lebih giat bercocok tanam dan meningkatkan produksi pertanian. Kendati tidak ada bantuan bibit jagung, pihaknya mengklaim, tingkat produksi dan luas area tanaman jagung di daerahnya relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dia yakin, mayoritas petani tetap melakukan penanaman jagung meskipun tidak ada bantuan dari pemerintah. Namun bibit yang digunakan petani umumnya varietas jagung lokal. Sebab, petani sulit menjangkau pembelian bibit jagung hibrida, lantaran harganya relatif mahal.

“Kami kira, tidak adanya bantuan bibit ini, tidak berpengaruh signifikan terhadap minat petani, luas tanaman dan produksi jagung, hanya saja beban petani lebih besar,”klaimnya.

Dengan demikian, Suyono menegaskan, petani untuk menanam tanaman, khususnya jagung tidak terlalu menggantungkan terhadap bantuan dari pemerintah. Pihaknya meminta petani untuk tetap giat dan semangat dalam bercocok tanam. Karena Kabupaten Sampang tidak memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan bibit jagung.

”Kami harap ketergantungan petani terhadap bantuan dapat diminimalisir, karena bantuan hanya bersifat stimulus dalam mendorong, meningkatkan produksi tani dan meringankan beban biaya petani,” pungkasnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *