oleh

Tanpa IMB, Masjid yang Roboh di Sumenep Terdaftar di Kesmas

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Masjid Asassul Hidayah di Desa Batang-Batang Laok Kecamatan Batang-Batang Sumenep yang roboh beberapa hari yang lalu, ternyata tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep.

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep, Kukuh Agus Susyanto mengatakan, masjid yang roboh tersebut masih belum diketahui apakah sudah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) apa tidak. Sebab, masih akan dilakukan pengecekan data. “Pada hakikatnya semua masjid harus memiliki IMB,” katanya, Senin (29/3/2021).

Menurutnya, jika tidak ada IMB maka perlu melakukan proses izin. Yang jelas, ketika masjid yang roboh tidak memiliki IMB maka  bukan tanggung jawab perizinan. Atau sebaliknya, jika hal tersebut sudah memiliki IMB maka merupakan tugas DPMPTSP untuk melakukan pertanggung jawaban.

“Kami hanya mengurus izin, dan memproses jika ada yang daftar,” paparnya.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Sekretariat Daerah Sumenep, Kamiluddin mengatakan, jumlah masjid di Sumenep yang terdata sejak tahun 2009 sekitar 1564 masjid . Masjid Asassul Hidayah juga masuk pada data itu.

“Hasil pendataan tersebut pada tahun 2009,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kemenag Sumenep Moh. Anif menjelaskan, masjid yang roboh memang tidak terdaftar di Kemenag Sumenep. Menurutnya, data masjid dan musala yang terdaftar di sistem informasi masjid (Simas) di antaranya 1.689 masjid dan 2.527 musala.

“Masjid yang roboh tidak terdaftar di Kemenag Sumenep,” ujarnya.

Dia mengatakan, masjid yang terdaftar dipastikan mempunyai nomor id dan sertifikat, dan yang tidak terdaftar dipastikan tidak memiliki Id dan sertifikat.

“Masjid di Batang-Batang Laok yang roboh memang tidak terdaftar di Kemenag,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menjelaskan ambruknya masjid tersebut diduga akibat tiang penyangganya tidak kuat. (imd/mam)

 

Komentar

News Feed