oleh

Tanpa Verifikasi, Kemenag Pamekasan Nilai Penyaluran BOP Kurang Akurat

KABARMADURA.ID, Pamekasan -Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Pamekasan, menilai penyaluran bantuan operasional pendidikN (BOP) lesantren tahap 1, kurang efektif. Pasalnya, penerima BOP tidak pernah diverifikasi oleh pihak manapun, sehingga rawan terjadi invalidasi data.

Kepala Kemenag Pamekasan Afandi mengatakan, pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam penyaluran BOP pesantren tahap 1. Bahkan, pihaknya mengaku tidak mengetahui berapa jumlah penerima BOP tersebut.

Dirinya mengungkapkan, untuk realisasi BOP tahap kedua, sudah ada intruksi dari pemerintah pusat untuk dilakukan verifikasi terhadap penerima BOP pesantren.

Dirinya menyebut, untuk tahap dua, pesantren tidak hanya menerima BOP, tetapi juga berupa bantuan daring, taman lendidikan al-qur’an (TPQ), dan madrasah diniyah taklimiyah (MDT).

“Untuk tahap II kami sudah mendapatkan data,  yang daring 19 pesantren, selebihnya BOP pesantren, TPQ dan MDT, jumlah keseluruhan masih dalam tahap verifikasi,” ungkapnya, Rabu (14/10/2020).

Dia menjelaskan, BOP tersebut untuk menguatkan fasilitas pendidikan dalam rangka menahan ancaman wabah Covid-19, mulai dari pencegahan Covid-19, dan suksesi pembelajaran dalam masa Covid-19 .

Dirinya mengungkapkan, bantuan daring kepada pesantren sebesar Rp15 juta, MTQ dan TPQ sebesar Rp10 juta. Kemudian, jika santri lebih dari 1.500 orang, akan mendapatkan BOP Rp50 juta. Sementara, jika santrinya hanya 500 sampai 1.500 orang mendapatkan Rp40 juta. Dan jumlah santri 15 sampai 500 mendapatkan Rp25 juta.

“Untuk pendistrubusian BOP, tidak ada tembusan dari pusat, cuman daring yang ada,” pungkasnya. (rul/pin)

 

Komentar

News Feed