TAPD dan Banggar DPRD Bangkalan Silang Pendapat Tentukan Nilai BTT untuk Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MASIH BUNTU: TAPD Bangkalan dan Banggar silang pendapat soal alokasi BTT Rp10 miliar di KUA-PPAS Perubahan APBD Bangkalan 2021.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Diskusi alot terjadi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangkalan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bangkalan, Rabu (15/9/2021). Kedua lembaga memperdebatkan masalah alokasi bantuan tak terduga (BTT) di APBD.

Perdebatan itu terjadi saat membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan APBD Bangkalan tahun anggaran 2021. Poin yang tidak ada titik temu adalah karena TAPD minta ada alokasi BTT sebesar Rp10 miliar.

Bacaan Lainnya

Karena ada tarik ulur antara TAPD dengan Banggar, Pimpinan Rapat KUA-PPAS perubahan APBD 2021, Fathur Rahman, menunda finalisasinya. Pembahasan akan dilanjutkan lagi pada Kamis (16/9/2021).

“Belum ada sinkroniasi antara Banggar dan TAPD, artinya sama-sama teguh dengan pendapat masing-masing,” katanya mengenai alasan ditundanya finalisasi KUA-PPAS perubahan tersebut.

Menurutnya, pengajuan alokasi BTT sebesar Rp10 miliar tersebut juga penting. Tetapi masih disepakati anggota Banggar. Sebagai pimpinan rapat, dia belum bisa memutuskan apakah harus mengurangi anggaran tersebut atau menyetujuinya.

“Karena itu sifatnya memang urgen, antisipasi adanya gelombang susulan wabah Covid-19. Bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Kalau iya, kewalahan nanti. Harus melalui pemikiran jernih untuk memutuskan itu,” paparnya.

Idealnya, imbuh Fathur, pengalokasian BTT sebesar Rp2,5 miliar. Sebab, anggaran tersebut masuk dana cadangan. Sedangkan TAPD tidak ingin dikurangi pengajuannya, yakni Rp10 miliar. Namun, menurut Banggar, banyaknya pengajuan itu tidak terlalu penting. Karena anggaran bisa dialihkan ke program lain seperti padat karya.

“Saya tidak bisa memutuskan sekarang, meski pimpinan, saya tidak punya wewenang sepenuhnya mengambil kebijakan jika anggota tidak setuju. Jadi besok (Kamis, red) kami lanjutkan lagi pukul 08.00 WIB,” jelasnya.

Sedangkan Ketua TAPD Setkab Bangkalan Taufan Zairinsjah mengatakan, alasannya mengajukan BTT sebesar Rp10 miliar tersebut karena untuk persediaan penanganan Covid-19 jika terjadi lonjakan sewaktu-waktu. Sehingga, jika gelombang baru Covid-19 terjadi lagi, Pemkab Bangkalan sudah tidak bingung lagi mengenai anggarannya.

“Jadi anggaran ini kami ada persiapan anggaran saja. Contoh saja seperti kemarin ada lonjakan, kami kebingungan untuk mencari anggaran penanganan Covid-19,” tutupnya dengan singkat saat dimintai keterangan kegunaan anggaran tersebut.

 

Reporter:  Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *