Target Dinkes Bangkalan Selesaikan Data Anak Yatim Piatu

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) Wibagio Suharta  Kepala Dinsos Bangkalan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, untuk memberikan bantuan kepada anak yatim piatu akibat wabah Covid-19 masih dibahas. Bahkan, Dinas Sosial (Dinsos) menggelar rapat lanjutan dengan Dinas Pendidikan (Disdik), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan tokoh agama, Rabu (8/9/2021).

Rapat mengenai realisasi bantuan tersebut belum rampung. Sebab, belum dipastikan mengenai jumlah data anak yatim piatu akibat Covid-19. Hanya saja, target pendataan akan diselesaikan dalam waktu tiga hari kerja. Bahkan, klasifikasi mengenai anak yatim piatu harus jelas. Terutama, mengenai meninggalnya orang tua. Apakah, ibu, ayah atau keduanya.

Bacaan Lainnya

“Karena harus disandingkan dengan nomor induk kependudukan (NIK) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Apalagi, sebagian orang tua anak-anak ini tidak punya NIK. Rata-rata, yang dilampirkan tidak ada NIK-nya. Jadi kami minta Dinkes bisa menyelesaikan itu dalam tiga hari ini,” ujar Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio Suharta.

Menurutnya, total data Dinkes yang diberikan ke Dinsos ada 709 anak berstatus yatim piatu. Selain itu, data tersebut akan dipadukan dengan  Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A). Sehingga, bisa memilah anak yatim piatu mana saja yang berhak menerima. Selain itu, data tersebut nantinya akan dikirim ke Kementerian Sosial (Kemensos).

“Karena dari Kemensos juga meminta data itu. Jumlah 709 ini belum resmi akan mendapatkan semua, karena belum diuraikan mana yang murni yatim piatu,” ucapnya.

Untuk realisasinya, Wibagio menuturkan ada tiga jaminan yang nantinya akan diberikan. Mulai jaminan kesehatan, pendidikan dan biaya hidup atau jaminan sosial. Sedangkan mengenai anggarannya,  akan disiapkan oleh BPKAD. Sejauh ini, sudah bergerak untuk melakukan pendataan. “Namun kami belum ketemu data riilnya sesuai dengan NIK,” terangnya.

Bantuan tersebut lanjut Wibagio menjelaskan, akan disesuaikan dengan kebutuhan anak yatim piatu. Jika hanya memerlukan bantuan pendidikan, otomatis akan menjamin biaya penuh pendidikan. Sedangkan, jika hanya memerlukan jaminan kesehatan, maka akan memasukkan ke program kartu indonesia sehat (KIS).

“Begitu pula dengan jaminan biaya hidup. Disitu nantinya akan kami berikan berupa bansosnya seperti dimasukkan ke program keluarga harapan (PKH), bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD), atau bansos lainnya. Yang jelas, bukan berupa nominal uang nanti untuk jaminan sosialnya,” tandasnya. (ina/ito)

Persoalan Administrasi Anak Yatim Akibat Covid-19

  • Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Harus menunjukkan NIK
  • Mayoritas belum memiliki KTP
    • Rata-rata tidak melampirkan NIK

Bantuan Disesuaikan dengan Kebutuhan

  • Pendidikan
    • Akan menjamin penuh pendidikan
  • Kesehatan
    • Memasukkan ke program KIS
  • Biaya Hidup
    • Memberikan bansos, PKH, BLT-DD dan lainya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *