oleh

Target Investasi 2019 di Pamekasan Satgnan

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Iklim investasi di Pamekasan masih stagnan. Setiap tahunnya, investor yang masuk ke bumi Ratu Pamelingan tidak kurang dari 500 pengusaha. Namun target investasi yang diharapkan tidak kunjung tercapai. Bahkan, untuk tahun 2019, target investasi yang dipatok tidak jauh berbeda dengan capaian tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan Agus Mulyadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat investor ke Pamekasan.

Namun berbagai upaya yang dilakukan itu, masih belum membuahkan hasil yang maksimal. Setiap tahunnya, investor yang masuk ke Pamekasan tidak mengalami perubahan signifikan. Sektor usaha yang menjadi sasaran pun masih belum beranjak dari usaha pertokoan, restoran, serta usaha yang bergerak di bidang pelayanan jasa.

Padahal menurut Agus, potensi alam yang ada di Pamekasan sangat melimpah. Sejumlah destinasi wisata juga sudah mulai dibangun secara berkelanjutan. Kemudahan perizinan untuk pembukaan usaha juga telah dilakukan. Bahkan pemkab telah membuka Mall Pelayanan Publik (MPP), untuk mempermudah pengusaha dalam mengurus izin.

“Perkiraan kami tahun ini akan bertambah, karena semua proses perizinan usaha sudah kami permudah,” katanya Kamis (28/3)

Lebih lanjut Agus mengatakan, meskipun kemudahan perizinan sudah diupayakan semaksimal mungkin, namun pihaknya tidak mau terlalu jauh menarget peningkatan investor yang masuk ke Pamekasan.

Berdasarkan capaian target investasi tahun 2018 sebanyak Rp2.010.000.000.000 yang bersumber dari 425 investor, pihaknya hanya menargetkan kenaikan jumlah investasi sebanyak Rp2.100.000.000.000 , atau sebanyak Rp90 miliar.

Agus mengatakan, saat ini target investasi usaha yang menjadi target pemkab terfokus pada sektro properti, baik berupa usaha perumahan, penginapan, maupun perhotelan. Hal itu tidak lepas dari keinginan pemkab untuk menarik investor luar daerah, yang selama ini masih belum memenuhi target.

“Semoga kita bisa melampaui target investasi ini,” terangnya.

Sebelumnya, Jamaluddin salah satu pemilik usaha resto di Pamekasan mengatakan, selain kemudahan perizinan, pemerintah kabupaten juga harus melakukan inovasi dalam menggaet investor agar menanamkan modal usahanya di Pamekasan.

Pemerintah kabupaten diharapkan lebih sering mempromosikan potensi yang dimiliki 13 kecamatan tersebut. Sebab menurutnya, selama ini, promosi terhadap potensi-potensi yang dimiliki belum terlihat maksimal. Sehingga, sedikit investor luar yang tertarik untuk berinvestasi di Pamekasan.

“Potensi alam kita sangat bagus, banyak wisata baru bermunculan, jika ini dipromosikan dengan baik, pasti banyak investor yang tertarik,” tandasnya. (pin/waw) 

 

Komentar

News Feed