oleh

Target PAD Capai Rp550 Juta, Naik Hampir 50 Persen Dari Tahun Sebelumnya

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor persampahan di Kabupaten Sampang, naik dari tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut, hampir mencapai 50 persen dari target sebelumnya. Yakni Rp275 juta di tahun 2020, saat ini Rp550 juta. Hal ini diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang, Aku. Syarifuddin, Minggu (21/02/2021).

Menurutnya, kenaikan target tersebut dapat menaikan penarikan retribusi sampah. Khususnya, para pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang pasar. Langkah tersebut, merupakan cara satu-satunya untuk mencapai target PAD harus menaikan retribusi. Selain itu, menvalidkan data-data penduduk yang ada diperkotaan. Sehingga, dengan validnya data  retribusi berbeda dari tahun sebelumnya.

Di tahun sebelumnya, banyak data penduduk yang tidak valid. Sehingga, untuk mencapai target PAD sangat tidak memungkinkan. Terlebih, banyak masyarakat enggan membayar. “Jadi, sekarang ini harus menvalidkan data dan pemerataan pelayanan, serta menaikan retribusi,” tuturnya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kenaikan tarif untuk retribusi sampah dalam satu bulan, meliputi permukiman hanya Rp4000 rupiah, untuk PKL Rp5000 ruoiah, dan untuk pedagang pasar Rp6000 rupiah. Sebelumnya, penarikan retribusi itu hanya Rp2000 per bulan. Hanya saja, karena ada kenaikan PAD, secara otomatis tarif bulanan juga dianaikkan. Disinggu jumlah data saat ini, Syarifuddin tidak bisa membeberkan.

Sebab, diakuinya data tersebut ada di instansi yang melakukan penagihan. Yakni, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tronojoyo dan Dinas koperasi perindustrian dan perdagangan (Diskopindag) Sampang. “Untuk perkotaan ditarik retribusi, tapi untuk datanya tidak tahu,” imbuhnya.

“Ya mau gimana lagi, sebanarnya saya pesimis capai target. Tapi,  yang jelas kami akan berupaya, semoga capai target, bahkan kalau harapan lebih dari target,” harapnya. (mal/ito)

Komentar

News Feed